Dua Katalis Tersisa Jadi Game Charger Ekonomi, Salah Satunya Dana Abadi

loading...
Dua Katalis Tersisa Jadi Game Charger Ekonomi, Salah Satunya Dana Abadi
Dilihat dari perspektif ini, kata dia, hanya tersisa dua katalis investasi yang diharapkan berperan sebagai game changer. Foto/Dok
JAKARTA - Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) menjadi salah satu dari dua katalis investasi yang diharapkan berperan sebagai game changer ekonomi nasional . Diharapkan akan menarik investasi asing untuk pembangunan dan menggenjot ekonomi nasional.

"Pertama, implementasi dari Omnibus Law Cipta Kerja mulai bulan Februari 2021. Serta, kedua, lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) yang diharapkan telah berfungsi penuh dan menjalankan operasi investasinya juga di bulan Februari 2021," ujar Ekonom Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Baca Juga: Cegah Tuwir Sebelum Tajir, Dana Abadi SWF Jadi Pertaruhan Indonesia

Lebih lanjut Ia menerangkan, pengurangan belanja modal atau capital expenditure (capex) selama tahun 2020 diperkirakan akan terus berlanjut di 2021. Paling tidak di segmen korporasi swasta.

Ia mengatakan implementasi proyek infrastruktur dari belanja modal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp400 triliun kemungkinan besar akan menghadapi tantangan dari belum terciptanya herd immunity."Rendahnya capex di 2020 telah berdampak pada turunnya angka potential output di 2021," ujar Adrian.



Baca Juga: Mampukah Dana Abadi Kurangi Ketergantungan pada Utang

Belum terciptanya optimal mix antara capex swasta dan capex pemerintah di tahun 2021 berpotensi menurunkan potential output di tahun 2022. Terkait faktor produksi tenaga kerja, menurut dia bila Indonesia belajar dari episode krisis kita sendiri tahun 1998 dan krisis di negara-negara lain, pekerja yang terlalu lama dirumahkan akan cenderung kesulitan memperoleh kembali pekerjaannya.

Pola ini nampaknya akan terulang di 2022, saat bisnis semakin mengarah kepada moda digital atau bahkan penggunaan Artificial Intelligence yang lebih marak. Dilihat dari perspektif ini, kata dia, hanya tersisa dua katalis investasi yang diharapkan berperan sebagai game changer.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top