Era Baru Bisnis: Kolaborasi

Sabtu, 06 Februari 2021 - 16:05 WIB
loading...
A A A
Para pelaku usaha itu mulai mengambil langkah bekerja sama dengan pesaing. Lanskap dan pola bisnisnya memakai cara baru. Sebelum pandemi sudah ada yang mempraktikkan, yakni Blue Bird dengan perusahaan transportasi daring. Awalnya, mereka bersaing keras. Kini bekerja sama. “Akhirnya, dua-duanya hidup dan dua-duanya gede,” ucapnya.

Wahyu menjelaskan, pelaku usaha yang masih memikirkan diri sendiri dan kompetisi tidak akan survive pada gelombang terakhir ini. Mindset lama itu yang di dalam industri pesaing dan di luar itu memberikan tekanan. Kadang-kadang muncul usaha bagaimana mengalahkan pesaing Kalau perlu mematikan pesaing.

“Era baru ini sifatnya lebih kolaboratif. Contohnya, makan roti sendiri itu (bisanya) kecil. Kalau bersama temannya bisa makin gede. Jadi dapat lebih besar (juga). Kalau enggak mau kerja sama, malah enggak dapat roti. Sekarang harus kolaborasi untuk jadi konsorsium gede. Kalau enggak akan ketinggalan,” paparnya. Baca juga: 15 Perkara yang Akan Ditangani Wasit Dunia Usaha

Wahyu menyatakan pandemi ini justru bisa jadi kesempatan Indonesia untuk bersaing negara lain. Menurut World Economic Forum, pandemi adalah the great reset. Ibarat balapan Formula I ketika ada kecelakaan, semua akan memulai balapan dari jarak yang berdekatan. Tidak berjauhan seperti sebelumnya.

“Indonesia masih menarik? Tentu saja karena Indonesia punya sumber daya alam yang tinggi. Itu tidak bisa dinafikan apalagi kita fokus di nikel untuk baterai listrik. Dunia sedang tertuju pada Indonesia. Sumber daya manusia (SDM) kita memang tidak merata, tapi ada yang bagus. Ada yang kurang banget. Jadi, human capital yang bagus banyak karena jumlah SDM-nya banyak,” katanya.

Senada itu dengan itu, Fithra menyatakan Indonesia harus memanfaatkan China Factor dan Relocation Factor. Dia menerangkan, ekonomi China sudah tumbuh, tetapi membutuhkan barang-barang dari ASEAN. China banyak mengimpor bahan baku dari ASEAN. Ini memang tren jangka pendek. Peluang lain datang dari Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa yang mulai mengalihkan basis produksinya dari China.

“Ditandai impor dari negara ASEAN cukup signifikan. Mereka tidak tergantung dari China. Ini bisa dimanfaatkan setidaknya untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, apabila bisa menangkap momentumnya,” pungkasnya. (F W Bahtiar)
(wan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
NHM Dorong Pembelajaran...
NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC
Elnusa Petrofin Perkuat...
Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Energi Nasional
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi dengan Korlantas Polri dan BPH Migas, Pastikan Subsidi BBM Tepat Sasaran
JKF 2026 Tegaskan Perkuat...
JKF 2026 Tegaskan Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Global
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Rekomendasi
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved