Siapa Mr.Loo? Pengusaha yang Diajak Luhut Garap Proyek WC Wisata Danau Toba
Jum'at, 19 Februari 2021 - 19:43 WIB
loading...
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengklarifikasi ihwal penunjukan Mr. Loo , perusahaan asal Swiss, sebagai pengusaha kontraktor pembangunan proyek water closet (WC) atau toilet umum di kawasan Danau Toba.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menko Marves, Odo Manuhutu menyebut, Mr. Loo adalah satu dari banyak perusahaan yang diajak pemerintah untuk berinvestasi dalam pembagunan proyek fasilitas di kawasan destinasi nasional tersebut.
"Nah terkait Mr. Loo, istilah yang tepat mungkin bukan ditunjuk, tetapi diajak untuk berinvestasi di Danau Toba. Jadi tidak ada istilah menunjuk, tetapi lebih tepat mengajak mereka untuk berpartisipasi," ujar dia dalam konferensi pers, Jumat (19/2/2021).
Baca Juga: Opung Luhut: Air Bersih Lebih Penting Dibandingkan BBM
Ajakan investasi bertujuan untuk mendorong perbaikan sarana prasarana toilet umum di kawasan destinasi wisata. Langkah itu sekaligus menjadi bagian kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang saat ini tengah membidik program tersebut.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menko Marves, Odo Manuhutu menyebut, Mr. Loo adalah satu dari banyak perusahaan yang diajak pemerintah untuk berinvestasi dalam pembagunan proyek fasilitas di kawasan destinasi nasional tersebut.
"Nah terkait Mr. Loo, istilah yang tepat mungkin bukan ditunjuk, tetapi diajak untuk berinvestasi di Danau Toba. Jadi tidak ada istilah menunjuk, tetapi lebih tepat mengajak mereka untuk berpartisipasi," ujar dia dalam konferensi pers, Jumat (19/2/2021).
Baca Juga: Opung Luhut: Air Bersih Lebih Penting Dibandingkan BBM
Ajakan investasi bertujuan untuk mendorong perbaikan sarana prasarana toilet umum di kawasan destinasi wisata. Langkah itu sekaligus menjadi bagian kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang saat ini tengah membidik program tersebut.
Lihat Juga :