Generasi Milenial dan Z Kuasai Pasar Saham, Jumlahnya Hampir 1,4 Juta

loading...
Generasi Milenial dan Z Kuasai Pasar Saham, Jumlahnya Hampir 1,4 Juta
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut bahwa generasi milenial dan generasi Z sebagai pendorong kebangkitan investor saham domestik. Pertumbuhan investor dalam tiga tahun terakhir datang dari investor berusia muda. Foto/Dok
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut bahwa generasi milenial dan generasi Z sebagai pendorong kebangkitan investor saham domestik. Pertumbuhan investor dalam tiga tahun terakhir datang dari investor berusia muda.

Baca Juga: Jumlah Investor di Pasar Modal RI Capai 4,4 Juta per Februari 2021

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, pertumbuhan terbesar ada dari investor di bawah usia 25 tahun, kemudian pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah investor di antara 26 sampai 30 tahun. Berikutnya investor dengan usia 31-40 tahun dan terakhir investor di atas 40 tahun.

"Jadi, semua segmen investor ini mengalami kenaikan tapi tingkat percepatan pertumbuhan sekarang jauh lebih didominasi oleh investor generasi Z kita yang di bawah usia 25 tahun, diikuti investor milenial. Sehingga secara total jumlah investor muda kita di bawah usia 40 tahun sekarang sama dengan 70 persen dari total investor saham yang ada di Indonesia itu angkanya mencapai hampir 1,4 juta investor," ujar Hasan dalam acara Edukasi Wartawan BEI, Selasa (23/2/2021).

Hasan menambahkan, menurut data BEI per Januari 2021 masih mencatatkan tren yang sama, dimana jumlah investor baru di tahun ini 50,7 persennya datang dari segmen usia 18 sampai 25 tahun.



"Jadi, biasanya memang terus menunjukkan bagaimana para milenial kita para generasi Z kita yang kemudian terus masuk ke pasar modal dan terus bergabung menjadi investor baru atau investor pemula kita," kata dia.

Dia menyebut, generasi milenial dan Z memang sangat cocok dengan ekosistem, kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan BEI untuk berinvestasi di pasar modal. Sebab, di pasar modal Indonesia banyak sekali berita-berita terkini yang terus muncul dan sangat diminati oleh para milenial dan generasi Z untuk terus mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo

Kemudian, transaksi di pasar modal Indonesia bahkan jauh sebelum pandemi Covid-19 telah mengadopsi transaksi secara online. Penggunaan teknologi smartphone betul-betul dekat dengan para milenial dan generasi Z dan seperti melatih perencanaan keuangan, berorientasi keuntungan juga saat ini dekat dengan karakter milenial yang merupakan kelompok dengan goal and achievement oriented mereka betul-betul pingin mencapai suatu tujuan yang ditentukan spesifik.



"Ini semua yang kita rasa menjadi tren yang menggembirakan dan tentu kami di Bursa jadi punya PR untuk terus-menerus harus menyesuaikan dari waktu ke waktu cara-cara melakukan literasi edukasi agar tidak ketinggalan dengan tren pertumbuhan generasi usia muda ini dalam konteks investor baru. Sehingga kami tentu menyesuaikan strategi dan media yang digunakan untuk melakukan edukasi kepada mereka," ucapnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top