Insentif ke Dunia Usaha Harus Tepat Sasaran

Senin, 13 April 2020 - 10:58 WIB
loading...
Insentif ke Dunia Usaha...
Penyaluran insentif bagi dunia usaha terkait penanggulangan dampak pandemi Covid-19 harus dipastikan tepat sasaran. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Komisi IX DPR RI meminta pemerintah berhati-hati dalam memberikan insentif kepada perusahaan atau pengusaha. Diharapkan difokuskan pada bidang usaha yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mengatakan, pemerintah harus memastikan kebutuhan riil perusahaan yang akan mendapatkan insentif. Sekarang perlu koordinasi antarsektor di pemerintahan agar bantuan tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan.

"Sebagaimana kita ketahui, ada perusahaan yang sangat terpukul, seperti sektor pariwisata, transportasi, travel, hotel dan restoran, dan automotif. Namun, ada sektor lain yang diuntungkan, seperti jasa logistik, telekomunikasi, e-commerce hingga farmasi dan alat kesehatan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDONews.com, Senin (13/04/2020).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong bantuan itu diutamakan ke perusahaan yang berkontribusi dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Perusahaan-perusahaan itu yang bergerak dalam produksi alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, farmasi, dan alat kesehatan.

"Misalnya, bantuan kemudahan bahan baku, keringanan biaya produksi, pajak dan lainnya sehingga produksi dapat tetap berjalan. Cash flow perusahaan tetap stabil, dan pekerja tetap mendapatkan penghasilan," tutur Netty.

Pemerintah, menurutnya, juga penting memperhatikan daya beli masyarakat. Caranya, dengan memastikan ketersediaan produk, mengendalikan harga agar terjangkau, serta melakukan pengawasan dan penindakan. Antisipasi juga harus dilakukan terhadap 115 juta penduduk yang menurut World Bank rentan jatuh miskin. "Situsi Pandemi ini membuat masyarakat dapat menjadi miskin kapanpun dan dimanapun," ucapnya.

Dalam pemberian insentif perlu melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pemberantasan Korupsi, Polri, dan Kejaksaan Agung. Pemerintah menganggarkan dana sekitar Rp220,1 triliun untuk industri dan dunia usaha. Ini untuk pengawasan dan agar jalannya bantuan atau insentif transparan dan akuntabel.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko Airlangga: Pemerintah...
Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Rp20 Triliun untuk Industri Padat Karya
Angin Segar Bagi Industri...
Angin Segar Bagi Industri TPT, Ada Potongan Harga Mesin Rp1,93 Miliar Bulan Ini
Investor Kesulitan Investasi,...
Investor Kesulitan Investasi, Menko Luhut: Jangan Segan Menghubungi Saya!
Awas Banjir Baja Impor,...
Awas Banjir Baja Impor, Pemerintah Harus Lindungi Industri Nasional
Kabar Baik di 2022,...
Kabar Baik di 2022, Pajak Rumah dan Mobil Baru Ditanggung Pemerintah
Bohong Soal Harta Saat...
Bohong Soal Harta Saat Jadi Peserta Tax Amnesty Jilid II, Sanksinya Ngeri!
Insentif Rp1,2 Juta...
Insentif Rp1,2 Juta untuk PKL, Sahabat Airlangga: Solusi Tepat Bantu Rakyat Kecil
Pemulihan Ekonomi, Jabar...
Pemulihan Ekonomi, Jabar Godok Roadmap Penyelamatan Dunia Usaha
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved