Geger Investasi Jabon, Satgas Investasi Siap Tindaklanjuti
Kamis, 25 Februari 2021 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Ramainya kasus tersebut menyusul laporan nasabah PT GAB kepada Mabes Polri yang dijadwalkan mulai melakukan proses berita acara pemeriksaan (BAP) kepada perwakilan nasabah.
Keterangan dari PT GMN dan PT GAB selama ini tidak lepas tangan atas permasalahan yang membelit usahanya. Perusahaannya terus mencari solusi atas bisnis jabon yang tidak sesuai ekspektasi awal.
Dalam perjanjian awal investasi itu, pihak perusahaan mematok harga satu pohon bibit jabon Rp350.000. Omzet yang masuk Rp378 miliar, seharusnya ada 1.080.000 pohon jabon yang ditanam dan panen dalam waktu lima tahun. Namun sampai batas waktu yang ditunggu, belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Waspada Investasi Bodong Wira mengaku, awalnya, pihaknya berpatokan nilai proyeksi hasil pohon jabon dari literatur dan penelitian yang beredar di banyak media sekitar tahun 2011-2012. Ternyata proyeksi tersebut jauh dari kenyataan. Kekecewaan ini dialami hampir untuk semua penanam jabon.
Namun investasi ini dijanjikan masih bisa memberikan keuntungan kepada nasabah. Asalkan hasil kayunya dijual dalam bentuk produk jadi, bukan dijual dalam bentuk kayu log tegakan.
Keterangan dari PT GMN dan PT GAB selama ini tidak lepas tangan atas permasalahan yang membelit usahanya. Perusahaannya terus mencari solusi atas bisnis jabon yang tidak sesuai ekspektasi awal.
Dalam perjanjian awal investasi itu, pihak perusahaan mematok harga satu pohon bibit jabon Rp350.000. Omzet yang masuk Rp378 miliar, seharusnya ada 1.080.000 pohon jabon yang ditanam dan panen dalam waktu lima tahun. Namun sampai batas waktu yang ditunggu, belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Waspada Investasi Bodong Wira mengaku, awalnya, pihaknya berpatokan nilai proyeksi hasil pohon jabon dari literatur dan penelitian yang beredar di banyak media sekitar tahun 2011-2012. Ternyata proyeksi tersebut jauh dari kenyataan. Kekecewaan ini dialami hampir untuk semua penanam jabon.
Namun investasi ini dijanjikan masih bisa memberikan keuntungan kepada nasabah. Asalkan hasil kayunya dijual dalam bentuk produk jadi, bukan dijual dalam bentuk kayu log tegakan.
(fai)
Lihat Juga :