Pengembangan Infrastruktur Kawasan Perlu Perhatikan Kondisi Lahan

Minggu, 07 Maret 2021 - 00:00 WIB
loading...
Pengembangan Infrastruktur...
Pengembangan kawasan permukiman higga infrastrukturnya harus memperhatikan kondisi lahan. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Banjir menjadi masalah serius yang harus segera diselesaikan di kawsan perkotaan, meskipun curah hujan tinggi merupakan salah satu fenomena alam yang umum. Pengembagan infrastruktur dan kawasan perkotaan disarankan untuk memperhatikan penataan kota yang berkelanjutan. Pembangunan kawasan perumahan atau hunian hendaknya jauh dari kawasan aliran air. Sebab, tingkat erosi akan semakin tinggi seiring berubahnya tutupan lahan dari vegetasi menjadi lahan terbuka.

(Baca Juga : Efek Insentif Perumahan, Buntutnya Bakal Berdampak ke Penyerapan Tenaga Kerja )

Apabila lahan terbuka tersebut, berubah menjadi bangunan, maka erosi akan lebih kecil. Permukaan tanahyang rentan terhadap banjir, berada di daerah yang memiliki perubahan fungsi lahan ini. “Banjir luapan sungai sangat umum terjadi sebagai fenomena alam yang kemudian menjadi bencana apabila pada daerah bantaran sungai tersebut dibangun perumahan. Kemiringan lereng yang landai menyebabkan kecepatan aliran yang lambat namun dengan debit air tinggi, maka terjadilan luapan sungai di kawasan dataran banjir,” jelas Pulung Arya Pranantya, dari Balai Litbang Bangunan Hidraulik dan Geoteknik Keairan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam keterangan tertulisnya Sabtu (6/3/2021).

(Baca Juga : Insentif PPN Nol Persen Lengkapi Kebijakan Sektor Perumahan )

Sebagai pertimbangan ekonomi, kata dia, maka pembangunan infrastruktur yang mengakomodasi periode ulang 50 tahun sudah sangat memadai. Bahkan untuk kawasan perkotaan, drainase yang di desain adalah desain utuk periode ulang 10 tahun. Prinsip penggunaan waduk tampungan adalah untuk mengendalikan ketersediaan air, baik air tanah maupun permukaan. “Perubahan fungsi lahan harus dikompensasi dengan upaya rekayasa. Sebagai contoh, pada saat pemerintahan Belanda, sudah di desain banjir kanal barat sebagai kompensasi perubahan kawasan Bogor dari hutan pinus menjadi kebun teh,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Pasar Tinggi,...
Respons Pasar Tinggi, Ciputra Group Akselerasi Klaster Baru Citra Homes Halim
Jawab Kebutuhan Pasar,...
Jawab Kebutuhan Pasar, Park Serpong Hadirkan Hunian Mulai Rp330 Juta-996 Jutaan
The Hive Yutaka @ Oaze...
The Hive Yutaka @ Oaze Boulevard Hadir di Cikarang, Tawarkan Konsep Triple-Key
Perkuat Ekosistem Gaya...
Perkuat Ekosistem Gaya Hidup, Kehadiran Dulce Cafe Bikin Plaza Convil Kian Diminati
Kolaborasi LIXIL Membuka...
Kolaborasi LIXIL Membuka Perspektif Baru Mendesain Ruang Hidup yang Lebih Baik
Green River College...
Green River College Hadirkan Hunian Modern dan Sistem Keamanan Terpadu
Dukung Pemkab Bogor,...
Dukung Pemkab Bogor, PT Sentul City Serahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas
Rumah Modular Dinilai...
Rumah Modular Dinilai Mampu Dukung Pendinginan Kota
Hunian Layak Fondasi...
Hunian Layak Fondasi Kesejahteraan Masyarakat
Rekomendasi
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
6 Fakta Macet Mengerikan...
6 Fakta Macet Mengerikan Hingga 17 Jam di Kawasan Puncak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved