Siap-Siap! Pemerintah Akan Rampungkan Jadwal Rinci Penerimaan ASN
Minggu, 21 Maret 2021 - 20:00 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perekrutan calon aparatur sipil negara (ASN) akan dibuka pada April 2021 mendatang. Saat ini Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) tengah menggodok jadwal rinci penerimaan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, CASN 2021 dibuka sebanyak 1,3 juta formasi untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ( Baca juga:Saat Batik Jawa Barat Goes to New York )
"Jumlah yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya," ujar Tjahjo dalam keterangan persnya di kutip MNC Portal Indonesia, Minggu (21/3/2021).
Terkait prosedur, dukungan kebijakan, identifikasi risiko, dan berbagai persiapan lain tengah digodok pemerintah. Termasuk merumuskan sistem seleksi secara daring (online) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Pengadaan ASN ini adalah sebuah upaya yang terkait dengan prioritas pembangunan SDM, terutama SDM ASN, yaitu dengan melakukan rekrutmen pegawai ASN," katanya.
Tjahjo menilai, setiap tahun pemerintah memang melakukan rekrutmen. Tetapi pada 2020 lalu, pemerintah tidak mengadakan seleksi CASN karena kondisi pandemi Covid–19. Namun demikian, pembatalan tersebut memberi kesempatan bagi pemerintah untuk merencanakan dengan baik seleksi CASN yang gelar tahun ini.
"Maka terkait dengan seleksi tahun 2021, pertama perlu saya tegaskan, terkait dengan pengadaan 1 juta guru PPPK, Kementerian PANRB mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merekrut melalui skema PPPK yang dilakukan untuk menyelesaikan kekurangan guru di seluruh daerah yang selama ini diisi oleh tenaga honorer," tuturnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, CASN 2021 dibuka sebanyak 1,3 juta formasi untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ( Baca juga:Saat Batik Jawa Barat Goes to New York )
"Jumlah yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya," ujar Tjahjo dalam keterangan persnya di kutip MNC Portal Indonesia, Minggu (21/3/2021).
Terkait prosedur, dukungan kebijakan, identifikasi risiko, dan berbagai persiapan lain tengah digodok pemerintah. Termasuk merumuskan sistem seleksi secara daring (online) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Pengadaan ASN ini adalah sebuah upaya yang terkait dengan prioritas pembangunan SDM, terutama SDM ASN, yaitu dengan melakukan rekrutmen pegawai ASN," katanya.
Tjahjo menilai, setiap tahun pemerintah memang melakukan rekrutmen. Tetapi pada 2020 lalu, pemerintah tidak mengadakan seleksi CASN karena kondisi pandemi Covid–19. Namun demikian, pembatalan tersebut memberi kesempatan bagi pemerintah untuk merencanakan dengan baik seleksi CASN yang gelar tahun ini.
"Maka terkait dengan seleksi tahun 2021, pertama perlu saya tegaskan, terkait dengan pengadaan 1 juta guru PPPK, Kementerian PANRB mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merekrut melalui skema PPPK yang dilakukan untuk menyelesaikan kekurangan guru di seluruh daerah yang selama ini diisi oleh tenaga honorer," tuturnya.
Lihat Juga :