Perlu Teknologi Terkini Agar Produksi Blok Rokan Tidak Turun
Selasa, 23 Maret 2021 - 09:30 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) saat ini tengah mempersiapkan alih kelola Blok Rokan , yang akan mulai dioperasikan oleh melalui anak usaha PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR pada 9 Agustus 2021. Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menilai supaya alih kelola lancar dan produksi sebelumnya tetap mampu dipertahankan, Pertamina perlu berkolaborasi dengan tim Rokan sebelumnya, juga memperkuat sumber daya manusia (SDM) sehingga pengelolaan blok Rokan berkontribusi maksimal.
Menurut dia untuk mempertahankan produksi, maka Pertamina harus mau investasi, kemudian menggunakan teknologi pengeboran yang paling baru. Bahkan, jangan sungkan untuk menggunakan pimpinan proyek pengelolaan blok migas yang berpengalaman. "Kalau perlu beberapa pimpinan proyek blok Rokan sebelumnya bisa juga di hire untuk sementara, dengan tujuan, dalam rangka mempertahankan meningkatkan produksi," kata Fahmy, yang juga dosen UGM, ketika dihubungi Selasa (22/3/2021).
Baca Juga: Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Penting juga dilakukan, yaitu proses transfer teknologi yang transparan dan benar-benar mampu diterapkan dalam mengelola blok Rokan. Apalagi, blok Rokan salah satu penyumbang yang cukup besar dari total produksi migas nasional. Jika produksi turun, tentu saja akan pengaruh ke target produksi migas nasional. Tak kalah penting, perlu investasi untuk juga mencari sumur baru sekaligus mengerek produksi sumur eksisting.
"Sementara waktu gunakan pimpro Rokan tadi, untuk alih teknologi, gunakan juga teknologi EOR, teknologi yang dipakai Rokan juga harus digunakan Pertamina," ujar Fahmy.
Menurut dia untuk mempertahankan produksi, maka Pertamina harus mau investasi, kemudian menggunakan teknologi pengeboran yang paling baru. Bahkan, jangan sungkan untuk menggunakan pimpinan proyek pengelolaan blok migas yang berpengalaman. "Kalau perlu beberapa pimpinan proyek blok Rokan sebelumnya bisa juga di hire untuk sementara, dengan tujuan, dalam rangka mempertahankan meningkatkan produksi," kata Fahmy, yang juga dosen UGM, ketika dihubungi Selasa (22/3/2021).
Baca Juga: Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Penting juga dilakukan, yaitu proses transfer teknologi yang transparan dan benar-benar mampu diterapkan dalam mengelola blok Rokan. Apalagi, blok Rokan salah satu penyumbang yang cukup besar dari total produksi migas nasional. Jika produksi turun, tentu saja akan pengaruh ke target produksi migas nasional. Tak kalah penting, perlu investasi untuk juga mencari sumur baru sekaligus mengerek produksi sumur eksisting.
"Sementara waktu gunakan pimpro Rokan tadi, untuk alih teknologi, gunakan juga teknologi EOR, teknologi yang dipakai Rokan juga harus digunakan Pertamina," ujar Fahmy.
Lihat Juga :