Wih Mantap! UEA Siap Investasi Rp144 Triliun ke SWF RI
Rabu, 24 Maret 2021 - 07:52 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan saat kunjungan kenegaraan, di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (24/7/2019). - ANTARA/W
A
A
A
ABU DHABI - Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Pangeran Mohamed bin Zayed al-Nahyan memerintahkan untuk berinvestasi ke Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia. Dilansir dari Kantor berita UEA, investasi senilai USD10 miliar atau Rp144 triliun tersebut akan fokus ke berbagai sektor strategis di Indonesia.
Berbagai sektor strategis itu antara lain infrastruktur, jalan, pelabuhan, pariwisata, pertanian dan sektor-sektor lain yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan baik ekonomi maupun sosial. Pada bulan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan anggota dewan pengawas dan direksi LPI.
Baca Juga: Gaet Investor Lewat SWF, Jasa Marga Tawarkan 21 Aset Jalan Tol
LPI digadang-gadang sebagai titik balik tata kelola dan pengembangan sistem investasi di Indonesia. Lembaga ini bertujuan untuk melaksanakan proyek-proyek strategis yang mendukung pembangunan nasional, seperti pembangunan infastruktur dan konstruksi ibu kota baru di Kalimantan.
UEA dan Indonesia memiliki hubungan kuat di bidang ekonomi, budaya, dan politik. Hubungan diplomasi kedua negara dimulai sejak 1976 dengan dibukanya Kedutaan Besar Indonesia di Abu Dhabi pada 28 Oktober 1978. Kedutaan Besar UEA di Jakarta dibuka pada 1991 setelah kunjung bersejarah Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan pada 1990.
Berbagai sektor strategis itu antara lain infrastruktur, jalan, pelabuhan, pariwisata, pertanian dan sektor-sektor lain yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan baik ekonomi maupun sosial. Pada bulan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan anggota dewan pengawas dan direksi LPI.
Baca Juga: Gaet Investor Lewat SWF, Jasa Marga Tawarkan 21 Aset Jalan Tol
LPI digadang-gadang sebagai titik balik tata kelola dan pengembangan sistem investasi di Indonesia. Lembaga ini bertujuan untuk melaksanakan proyek-proyek strategis yang mendukung pembangunan nasional, seperti pembangunan infastruktur dan konstruksi ibu kota baru di Kalimantan.
UEA dan Indonesia memiliki hubungan kuat di bidang ekonomi, budaya, dan politik. Hubungan diplomasi kedua negara dimulai sejak 1976 dengan dibukanya Kedutaan Besar Indonesia di Abu Dhabi pada 28 Oktober 1978. Kedutaan Besar UEA di Jakarta dibuka pada 1991 setelah kunjung bersejarah Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan pada 1990.
Lihat Juga :