Perlu Insentif untuk Dorong Masyarakat Pindah ke Kompor Listrik

Kamis, 01 April 2021 - 16:39 WIB
loading...
Perlu Insentif untuk...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau manajemen PT PLN (Persero) perlu menyampaikan ada atau tidaknya insentif kepada masyarakat terkait konversi kompor gas ke kompor induksi. Langkah itu dinilai perlu untuk mendorong penggunaan 1 juta kompor listrik tersebut.

Fabby menyebut, pemerintah cukup optimistik jika masyarakat akan melakukan peralihan penggunaan kompor gas ke induksi. Padahal, ada banyak faktor yang mempengaruhi preferensi pelanggan listrik untuk menggunakan kompor induksi.

"Saya melihat dengan program ini, pemerintah dan PLN menggunakan asumsi bahwa masyarakat akan pindah ke kompor listrik. Saya tidak melihat ada insentif untuk sebagian besar masyarakat pindah dan menggunakan kompor induksi," ujar Fabby saat dihubungi MNC Portal, Kamis (1/3/2021).

Baca juga: Erick Bilang Pake Kompor Setrum Lebih Hemat, Netizen: Kalo Listrik Naik, Kalo Mati Lampu Gimana?

Sementara itu, ihwal kompor listrik mampu menekan pengeluaran 20 persen per bulannya, Fabby menyebut, proyeksi tersebut tergantung pada penggunaannya. Justru, angka yang lebih realistik ada di kisaran 10-15 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved