MUI Optimistis Perbankan Syariah RI Bakal Maju Pesat
Selasa, 06 April 2021 - 00:00 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri keuangan khususnya perbankan syariah karena dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Bahkan, di tengah pandemi Covid-19 Indonesia membuat langkah maju dengan menggabungkan sejumlah bank syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Ekonomi Syariah Sholahudin Al Aiyub menilai, potensi perbankan syariah Indonesia pertumbuhannya akan sangat bagus.
"Kami di MUI sangat optimis terkait dengan itu. Kita melihat pertama tentang komitmen pemerintah. Komitmen pemerintah untuk saat ini terlihat sangat tinggi dengan adanya KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden. Beliau kita kenal sebagai aktivis ekonomi syariah. Dengan adanya beliau itu ada berbagai terobosan yang dilakukan oleh pemerintah," ujarnya dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021, Senin (5/4/2021).
Baca Juga: Wapres: Dunia Mengakui Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Berkembang Pesat
Lanjut dia, kedua terkait kelengkapan infrastruktur. Menurutnya, dahulu Indonesia belum mempunyai infrastruktur perbankan syariah yang besar. Sehingga perbankan syariah belum bisa ikut berbagai proyek besar.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Ekonomi Syariah Sholahudin Al Aiyub menilai, potensi perbankan syariah Indonesia pertumbuhannya akan sangat bagus.
"Kami di MUI sangat optimis terkait dengan itu. Kita melihat pertama tentang komitmen pemerintah. Komitmen pemerintah untuk saat ini terlihat sangat tinggi dengan adanya KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden. Beliau kita kenal sebagai aktivis ekonomi syariah. Dengan adanya beliau itu ada berbagai terobosan yang dilakukan oleh pemerintah," ujarnya dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021, Senin (5/4/2021).
Baca Juga: Wapres: Dunia Mengakui Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Berkembang Pesat
Lanjut dia, kedua terkait kelengkapan infrastruktur. Menurutnya, dahulu Indonesia belum mempunyai infrastruktur perbankan syariah yang besar. Sehingga perbankan syariah belum bisa ikut berbagai proyek besar.
Lihat Juga :