Kinerja Penyuluh Pertanian Harus Sepadan dengan Statusnya

Rabu, 07 April 2021 - 09:01 WIB
loading...
Kinerja Penyuluh Pertanian...
Kehadiran Mentan Syahrul Yasin Limpo disambut gembira penyuluh ASN-P3K yang mengajaknya untuk swafoto bareng (selfie) usai pembukaan Coaching di PPMKP Ciawi, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)
A A A
JAKARTA - Pengangkatan penyuluh pertanian honorer berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) menjadi Aparatur Sipil Negara - Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN-P3K) harus sepadan dengan kinerja dan output penyuluh P3K bagi kepentingan rakyat dan petani.

Harapan tersebut dikemukakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat membuka Coaching Penyuluh P3K di Bogor, Jabar. Kegiatan ini diikuti perwakilan penyuluh P3K dari seluruh Indonesia melalui video conference (online).

(Baca juga:Kabar Gembira, TPP Penyuluh Pertanian Luwu Utara Naik)

“Kalian bukan orang baru di sektor pertanian, tapi adalah bagian vital sebuah negara. Saya akan sampaikan ucapan terima kasih pada Presiden Joko Widodo yang memperhatikan nasib dan kepentingan penyuluh,” kata Mentan yang disambut gembira oleh para penyuluh P3K yang hadir online maupun offline.

Menurutnya, perjuangan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) menjadi ASN-P3K tidaklah mudah dan melalui proses panjang. Acuannya, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Permen PAN-RB) No 72/2020 tentang Perubahan Atas Permen PAN-RB No 2/2019 tentang Pengadaan P3K untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh.

(Baca juga:Mantan Penyuluh Pertanian Dilantik Jadi PAW Anggota DPRD Luwu Utara)

“Terima kasih pada semua pihak yang mendukung kepentingan, terutama KemenPAN-RB dan BKN (Badan Kepegawaian Negara). Saya ucapkan terima kasih mewakili penyuluh,” kata Mentan Syahrul.

Dia mengakui penyuluh ini akan menjadi kekuatan Kementan, untuk mendorong agar pertanian secara bertahap dapat mencapai produktivitas yang semakin baik di lapangan. Penyuluh, kekuatan untuk memperbaiki budidaya, mengawal pascapanen dan pengembangan off farm bagi kesejahteraan petani.

“Kementan telah menetapkan arah kebijakan berupa pertanian maju, mandiri dan modern sebagai pedoman untuk bertindak cerdas, cepat dan tepat bagi seluruh insan pertanian,” kata Mentan.

(Baca juga:Penyuluh Pertanian tetap Dampingi Petani meski Darurat Bencana)

Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menyebutkan data pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bahwa dari 11.590 usulan pemerintah daerah untuk penyuluh THL-TBPP menjadi ASN-P3K, sekitar 11.503 penyuluh telah menerima Surat Keputusan beserta Nomor Induk Pegawai (SK NIP). Sementara itu, 10.855 di antaranya telah menerima Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT).

Menurut Dedi, kegiatan Coaching Penyuluh P3K yang digelar BPPSDMP Kementan merupakan upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi, bagi peningkatan kualitas pelayanan penyuluhan kepada petani dengan memanfaatkan teknologi modern.

“Materi coaching antara lain bina sarana pelatihan pertanian bagi penyuluh, metode penyuluhan di era digital hingga media penyuluhan berbasis aplikasi desain grafis,” katanya.

(Baca juga:Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Terus Ikuti Pelatihan dan Pendidikan)

Kegiatan coaching berlangsung online dan offline dari Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) di Ciawi. Pertemuan offline dihadiri 200 penyuluh P3K dari Provinsi Jawa Barat dan Banten, sementara kegiatan online diikuti 11.470 penyuluh P3K dari 355 kabupaten/kota selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di 32 provinsi.

“Harapannya, penyuluh harus cepat, cermat, akurat, memiliki target yang jelas, mampu bekerja sama, taat aturan, dan siap serta memiliki kemampuan menghadapi perkembangan teknologi di era 4.0,” kata Dedi.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved