Alumni Kartu Prakerja Banyak yang Buka Kedai Kopi dan MUA

loading...
Alumni Kartu Prakerja Banyak yang Buka Kedai Kopi dan MUA
Ilustrasi kedai kopi. Foto/Dok SINDOphoto/Sutikno
JAKARTA - Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja mencatat banyak peserta Kartu Prakerja yang memanfaatkan insentif Rp2,4 juta yang diterima dari pelatihan program tersebut sebagai modal usaha.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, ada peserta yang sampai bisa membuka lebih dari tiga kedai kopi kekinian bermodalkan insentif Kartu Prakerja. Selain itu ada juga yang membuka usaha sebagai make up artist (MUA) yang saat ini banyak digemari oleh kaum wanita.

Baca juga: Pandemi Lewat, Program Kartu Prakerja Tetap Ada Dong!

"Kedai Kopi kekinian sudah menjamur tidak hanya di kota besar tapi di kota ketiga ini sudah tren lifestyle, ini bukan buang duit jika kumpul di kedai kopi tapi ingin bertemu dengan teman. MUA juga makin banyak karena semua wanita ingin cantik. Ini yang dilakukan oleh alumni kartu prakerja," kata Denni dalam video virtual, Kamis (8/4/2021).

Lanjutnya, peserta yang lolos seleksi kartu prakerja ini diberikan pelatihan untuk berbisnis. Adapun, peserta kartu prakerja ini diajarkan pelatihan berbisnis yang benar untuk mengasah kemampuan sumber daya manusia.



"Kita semua harus punya ide bisnis. Ide bisnis sangat penting karena pas pelatihan ini ada bagaimana memulai bisnis dan valuasi pasar bisnis," bebernya.

Baca juga: Siapkan Modal Rp22 Triliun, Ini 6 Alasan Xiaomi Pede Terjun ke Bisnis Mobil Listrik

Dia menambahkan, banyak peserta Kartu Prakerja yang memanfaatkan insentif Rp2,4 juta yang diterima dari pelatihan program tersebut sebagai modal usaha. Sisanya, ada yang untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti untuk membeli bahan pangan, membayar tagihan listrik, dan lain sebagainya. "Ternyata 70% penerima Kartu Prakerja menggunakannya untuk modal usaha," tandasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top