Permintaan Meningkat, Harga Minyak Bertahan Dekat Level Tertinggi Sebulan
Kamis, 15 April 2021 - 10:49 WIB
loading...
Harga minyak mentah dunia bertahan di dekat level tertinggi sebulan terakhir didukung prospek meningkatnya permintaan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
TOKYO - Harga minyak dunia sedikit turun pada perdagangan hari Kamis (15/4/2021), namun bertahan di dekat level tertinggi selama satu bulan terakhir. Hal itu didukung lonjakan kontrak berjangka setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak meningkat seiring pulihnya ekonomi utama dunia.
Minyak mentah Brent tercatat turun USD21 sen, atau 0,3% menjadi USD66,37 per barel, setelah naik 4,6% pada hari Rabu (14/4/) dan ditutup pada level tertinggi sejak 17 Maret.
Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi Global Mulai Bangkit, tapi Bukan Tanpa Risiko
Sementara, kontrak berjangka West Texas Intermediate AS turun USD25 sen, atau 0,4% menjadi USD62,9 per barel setelah naik 4,9% di sesi sebelumnya.
Administrasi Informasi Energi (EIA) mengumumkan persediaan minyak mentah AS turun 5,9 juta barel pekan lalu, lebih dari dua kali lipat ekspektasi analis untuk penurunan 2,9 juta barel. Stok minyak mentah Pantai Timur bahkan mencapai rekor terendah.
"Kami melihat penarikan saham yang kuat bahkan setelah memperhitungkan risiko bearish karena operasi kilang akan meningkat tajam dalam beberapa bulan mendatang," kata analis Citi Research dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.
Pasokan bensin ke pasar minggu lalu, indikator konsumsi bahan bakar AS, meningkat menjadi 8,9 juta barel per hari (bph), tertinggi sejak Agustus, ungkap laporan EIA tersebut.
Minyak mentah Brent tercatat turun USD21 sen, atau 0,3% menjadi USD66,37 per barel, setelah naik 4,6% pada hari Rabu (14/4/) dan ditutup pada level tertinggi sejak 17 Maret.
Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi Global Mulai Bangkit, tapi Bukan Tanpa Risiko
Sementara, kontrak berjangka West Texas Intermediate AS turun USD25 sen, atau 0,4% menjadi USD62,9 per barel setelah naik 4,9% di sesi sebelumnya.
Administrasi Informasi Energi (EIA) mengumumkan persediaan minyak mentah AS turun 5,9 juta barel pekan lalu, lebih dari dua kali lipat ekspektasi analis untuk penurunan 2,9 juta barel. Stok minyak mentah Pantai Timur bahkan mencapai rekor terendah.
"Kami melihat penarikan saham yang kuat bahkan setelah memperhitungkan risiko bearish karena operasi kilang akan meningkat tajam dalam beberapa bulan mendatang," kata analis Citi Research dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.
Pasokan bensin ke pasar minggu lalu, indikator konsumsi bahan bakar AS, meningkat menjadi 8,9 juta barel per hari (bph), tertinggi sejak Agustus, ungkap laporan EIA tersebut.
Lihat Juga :