Yayasan Astra Targetkan Bina 300 UMKM Tahun Ini

loading...
Suyanto menambahkan vendor yang pertama kali masuk ke Astra adalah PT Dharmapoli Metal yang memasok komponen roda dua ke Astra Honda Motor (AHM). Kemudian pada 2017-2018, LPB mengajukan 20 UKM ke PT Berdikari yang menjadi Tier I pemasok spare part untuk sepeda motor AHM. Dari 20 yang dibawa tersebut, hanya lolos 3 UKM saja.

Salah satu UKM yang kini masuk dalam rantai pasok di Astra adalah PT FNF Metalindo Utama. Direktur sekaligus pemilik FNF Metalindo Utama, Faizal Amri Elfas mengungkapkan usahanya sempat mendapatkan tawaran dari PT Dharmapoli Metal pada 2013 untuk menjadi pemasok komponen sepeda roda dua ke AHM.

Baca Juga: Akal Cerdik Pemudik Hindari Cegatan Polisi, Rela Naik Motor dan Tinggalkan Pekerjaan demi Rindu

Dari YDBA akhirnya menyatakan siap mendampingi. Jadi ada pelatihan kayak legal perusahaan kayak apa hingga menjadi PT. Kemudian didampingi menciptakan sistem 5R (Resik, Rapi, Ringkas, Rajin, dan Rawat). Kita juga dibikinin sistem kerja modern, karena dulu seperti bagian quality control, operator, sekaligus keputusan mengirimkan barang adalah saya. Jadi campur aduk, ujarnya.

Setelah dilakukan audit terhadap pengembangan manajemen dan proses produksi, akhirnya, pada 2015, FNF Metalindo masuk ke dalam rantai pasok di AHM. FNF kini memasok 70-80 item komponen untuk sepeda motor.
UKM logam mesin lain di Tegal yang berhasil masuk dalam rantai pasok Astra adalah PT Bimuda Karya Teknik sejak 2018. Direktur sekaligus pemilik PT Bimuda Karya Teknik, Tri Sukamto mengungkapkan pihaknya saat ini memasok 70 item komponen otomotif, baik roda dua maupun mobil.

“Dengan adanya pelatihan YDBA, baik owner dan karyawan, IKM sangat terbantu dalam mengembangkan bisnis. Dengan demikian, kita tinggal jalan saja karena workshop-nya sesuai dengan keinginan customer,” ujarnya.
(fai)
halaman ke-2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top