Ngeri! Ini Risiko Orang Kaya di China Jika Melawan Xi Jinping

Kamis, 22 April 2021 - 20:44 WIB
loading...
A A A
Di tahun 1978, dua tahun setelah Mao Zedong meninggal dunia, Deng Xiaoping yang menggantikannya mengatakan bahwa China tidak lagi memiliki plihan, dan harus 'membiarkan beberapa orang menjadi kaya dulu'. Sejak itu pertumbuhan ekonomi China menjadi luar biasa pesat sehingga menciptakan lebih banyak miliarder dibandingkan negara-negara lainnya.

Beijing sendiri sekarang telah menjadi rumah untuk banyak miliarder di dunia, melebihi kota-kota lainnya, termasuk New York. Bahkan masa pandemi pun tidak memperlambat laju kekayaan, dengan para orang kaya di China menambah kekayaan mereka sebanyak A$1,94 triliun. Ini sangat berbeda dari tahun 1970-an, ketika menjadi kaya malah mendapat sorotan tajam saat 88 persen warga China ketika itu hidup dengan uang A$2,59 sehari (sekitar Rp40 ribu). Namun, menjadi kaya di negeri yang masih menyebut diri sebagai negara sosialis juga mendatangkan risiko.

Baca Juga: Diserang Mutasi Covid, Jepang Kembali Terancam Terjun ke Jurang Resesi

Ada pepatah kuno di China yang mengatakan 'bunuhlah ayam untuk menakuti monyet'. Ini berdasarkan cerita mengenai seorang seniman jalanan yang mendapatkan uang dari pertunjukan topeng monyet. Ketika monyet itu berhenti menari, seniman ini akan membunuh ayam untuk menakuti monyet agar mau menari lagi.

Pihak berwenang China sebelumnya jarang menggunakan contoh orang kaya di sana untuk menakut-nakuti warga lainnya. Namun di tahun 2021, tekanan terhadap para elit dan orang kaya di China meningkat ketika Xi Jinping yang ketika itu menjabat Sekretaris Jenderal Partai Komunis China melancarkan kampanye untuk memberantas korupsi. Sejak itu para taipan dikenai tuduhan penyuapan, bermain curang dalam saham dan yang lainnya. Beberapa menjalani hukuman penjara, dan malah ada juga yang tewas.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Rekomendasi
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Infografis
Jika Perang Nuklir Terjadi,...
Jika Perang Nuklir Terjadi, 300 Juta Orang di AS Bisa lenyap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved