Potensi Perikanan di Indonesia Peringkat Ketiga di Dunia

Jum'at, 23 April 2021 - 22:49 WIB
loading...
Potensi Perikanan di...
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mendorong keterlibatan dunia usaha dalam perbaikan ekonomi nasional. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Potensi perikanan Indonesia mencapai USD162 miliar dengan posisi nomor tiga terbesar di dunia. Salah satu daerah dengan potensi perikanan terutama budidaya lobster yang cukup besar yakni provinsi Banten. Di kawasan Pandeglang misalnya, akan dikembangkan kawasan budidaya udang yang ditargetkan mampu memproduksi 2 juta ton udang di tahun 2024. Pasar udang di dunia mencapai USD24 miliar per tahun, dan Indonesia masih dalam posisi kelima.

(Baca Juga : KKP Ingatkan Eksportir Perikanan Jangan Nakal Soal Pajak )

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang pengembangan pengusaha nasional Arsjad Rasjid menilai, dalam pengembangan usaha perkianan, diperlukan andil dari para pengusaha yang tergabung dalam Kadin. ''Perlu ada program prioritas diantaranya kesehatan sebagai tulang punggung, pengembangan ekonomi nasional dan daerah, pengembangan kewirausahaan dan meningkatkan kompetensi serta membenahi organisasi,''ujarnya dalam keterangan tertulis Jumat (23/4/2021).

(Baca Juga : Vietnam Rajai Ekspor Lobster Dunia Berkat Benih dari Indonesia )

Arsjad mengatakan, selain sektor perikanan, sektor lainnya juga perlu didorong untuk terus bertumbuh, Salah satu solusi dari permasalahan ekonomi bangsa saat ini, adalah menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat. "Masalah kesehatan teratasi, maka permasalahan ekonomi juga akan teratasi," ujar calon Ketua Umum Kadin Indonesia itu. Menurut dia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga perlu didorong agar memiliki daya saing lebih tinggi. Karena jumlah UMKM di Indonesia cukup signifikan dalam menopang perekonomian nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Banten Mulyadi Jayabaya mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi nasional telah membawa dampak besar kepada para pengusaha di Banten, terutama UMKM. Karena itu, pihaknya berharap adanya kemudahan bagi pengusaha kecil yang tidak memiliki akses permodalan ke perbankan. “Berikan kesempatan kepada UMKM untuk mengakses permodalan kepada perbankan,” ujarnya.

(Baca Juga : Kadin DKI Minta Pemda Tidak Paksakan Aturan Soal THR )

Menurut Mulyadi, di provinsi Banten masih banyak usaha kecil yang terpaksa berhubungan dengan rentenir. Dia menambahkan, Banten sangat potensial secara bisnis karena diuntungkan secara geografis sebagai lintas Sumatera-Jawa, dan letaknya yang berbatasan dengan Ibukota. “Sehingga bila Pak Arsjad terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia, bisa ikut membantu menggerakkan perekonomian daerah dan memberikan kesempatan usaha kepada UMKM,” paparnya.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Respons Kebijakan Tarif...
Respons Kebijakan Tarif Trump, Kadin: Pintu Negosiasi Masih Terbuka
Kadin Jakarta, Indosat,...
Kadin Jakarta, Indosat, dan Masjid Istiqlal Teken MoU Pemberdayaan Ekonomi Umat
Gerakan Pangan Murah,...
Gerakan Pangan Murah, Kepala Bapanas: Kadin Luar Biasa Gabungkan Hulu dan Hilir
Berbagi Kebahagiaan...
Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Kadin Salurkan 150 Paket Bantuan ke Anak Yatim
Wamen Todotua Tawarkan...
Wamen Todotua Tawarkan Investasi di Sektor Hilirisasi ke 40 Investor Australia
Dampingi Wapres Gibran,...
Dampingi Wapres Gibran, Waketum Kadin Clarissa Tanoesoedibjo Dukung Pengembangan AI
Kadin Indonesia Siap...
Kadin Indonesia Siap Bangun Sistem Digital Pendataan Pekerja Migran
Clarissa Tanoesoedibjo...
Clarissa Tanoesoedibjo Hadiri Pengukuhan Pengurus Kadin Masa Bakti 2024-2029
Haji Isam Masuk Jajaran...
Haji Isam Masuk Jajaran Pengurus Kadin Indonesia, Isi Jabatan Penting Ini
Rekomendasi
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
Kecelakaan di Contraflow...
Kecelakaan di Contraflow KM 69 Tol Jakarta-Cikampek, 2 Mobil Ringsek
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
Berita Terkini
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
44 menit yang lalu
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
2 jam yang lalu
Tarif Impor Terbaru...
Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
3 jam yang lalu
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
5 jam yang lalu
Harga Minyak Ikut Lunglai...
Harga Minyak Ikut Lunglai Terpukul Tarif Resiprokal Trump
6 jam yang lalu
Pascalebaran, Harga...
Pascalebaran, Harga Beras, Bawang, Cabai, hingga Daging Mulai Turun
7 jam yang lalu
Infografis
Benarkah Kapal Nabi...
Benarkah Kapal Nabi Nuh Kayunya Berasal dari Indonesia?
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved