Tangkal Black Campaign, Persepsi Positif Sawit Harus Terus Dibangun

Minggu, 09 Mei 2021 - 11:21 WIB
loading...
Tangkal Black Campaign, Persepsi Positif Sawit Harus Terus Dibangun
Ketua Bidang Komunikasi Gapki Tofan Mahdi
A A A
JAKARTA - Kampanye negatif sawit tetap akan marak selama minyak sawit menjadi pemegang pangsa terbesar dalam pasar minyak nabati dunia. Karena itu, pemerintah dan pelaku usaha harus terus membangun persepsi yang positif tentang sawit baik di dalam maupun di luar negeri.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tofan Mahdi di sela acara penyerahan santunan yang dilakukan Forum Jurnalis Sawit (FJS) bersama industri sawit kepada anak-anak panti asuhan di Jakarta, Sabtu (8/5/2021).

(Baca juga:UU Ciptaker Cegah Kampanye Negatif Sawit di Sektor Ketenagakerjaan)

Karena itu, kata Tofan, perlu strategi kampanye positif yang sistematis. “Bila perlu strategi kita melakukan kampanye ofensif untuk menyerang minyak nabati non sawit yang terbukti lebih merusak lingkungan karena penggunaan lahan yang jauh lebih besar dan tingkat produktivitas tanaman yang lebih rendah dibandingkan minyak sawit,” kata Tofan.

Tofan yang saat ini menjabat sebagai Senior Vice President Communication PT Astra Agro Lestari, Tbk ini menjelaskan perlu ada sinergi para pemangku kepentingan dalam mata rantai industri kelapa sawit guna merumuskan strategi komunikasi yang efektif di tengah tingginya kampanye hitam terhadap komoditas sawit.

“Kehadiran badan layanan umum pemerintah BPDP Kelapa Sawit semakin mendukung program komunikasi dan kampanye positif sawit ini,” kata Tofan.

(Baca juga:Lawan Kampanye Negatif Sawit, BPDKS Tanamkan Info Positif ke Dunia Pendidikan)

Seperti diketahui, lebih dari satu dekade sektor kelapa sawit menjadi sasaran kampanye hitam. Meski demikian, Tofan menjelaskan bahwa saat ini komunikasi dan kampanye positif sawit sudah sangat baik dibandingkan sepuluh tahun lalu.

Yang menggembirakan, kata Tofan, perusahaan-perusahaan sawit juga memiliki kesadaran kolektif untuk ikut membangun komunikasi dan kampanye positif sawit. “Sekarang perusahaan-perusahaan sawit besar sudah memiliki divisi atau departemen komunikasi. Ini sangat positif,” katanya.

Pada kesempatan itu, Tofan juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini mengakibatkan ekonomi sulit bergerak. Di tengah situasi sulit seperti sekarang ini, kata Tofan, kondisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1466 seconds (10.101#12.26)