Lawan Kampanye Negatif Sawit, BPDKS Tanamkan Info Positif ke Dunia Pendidikan

loading...
Lawan Kampanye Negatif Sawit, BPDKS Tanamkan Info Positif ke Dunia Pendidikan
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Penyebaran informasi negatif kelapa sawit di Indonesia dinilai telah melewati batas. Tidak hanya merusak citra positif kelapa sawit di mata masyarakat Indonesia, tetapi secara terstruktur juga telah menyasar ke arah yang lebih spesifik, termasuk ke generasi usia sekolah.

Menyikapi ancaman itu, kegiatan promosi dan penyebaran informasi positif kelapa sawit di bawah program kerja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) terus dilakukan secara masif dengan melibatkan organisasi, lembaga, hingga instansi pemerintah, termasuk instansi pendidikan. ( Baca juga:Istana Minta Panglima TNI dan Kapolri Lindungi Petani Sawit Gondai )

Kepala Bidang SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Lukman, secara penuh mendukung dan mengapresiasi upaya penyebaran informasi kelapa sawit di dunia pendidikan. “Banten sudah 20 tahun tidak berbicara tentang kelapa sawit di dunia pendidikan. Padahal, Banten itu ada sekitar 20.000 hektare kebun sawit yang tersebar di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Mengapa potensi ini tidak kita coba,” ujar Lukman dalam sebuah webinar Palm Oil Edutalk PGRI Provinsi Banten yang dikutip, Senin (12/4/2021).

Lukman juga menegaskan, sektor kelapa sawit dari hulu ke hilir berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi peserta didik di tingkat SMA dan SMK di Provinsi Banten. “PGRI bersama-sama dinas pendidikan mencoba untuk memetakan, terutama anak-anak lulusan SMK. Jangan hanya mengejar perusahaan dan industri-industri yang begitu wah, tapi coba kembali ke sini (bekerja di sektor kelapa sawit). Sehingga hasil ini dapat menutupi pengangguran yang dihasilkan dari dunia pendidikan,” ujar Lukman.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Provinsi Banten, Untung Supriyanto, menyatakan dukungannya terhadap penyebaran informasi dan keilmuan terkait kelapa sawit. Hal ini dikarenakan kelapa sawit berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia dan juga masyarakat di Provinsi Banten.



“Kami akan selalu dukung diseminasi informasi sawit, baik melalui musyawarah dengan guru, webinar, maupun diskusi di tingkat kabupaten atau kota,” ujar Untung.

Ketua Apkasindo Banten Wawan mengatakan, dukungan dari asosiasi sawit terhadap peningkatan SDM dan diseminasi informasi positif sawit dalam dunia pendidikan ditunjukkan melalui pendirian SMK Pertanian Kelapa Sawit di Provinsi Banten.

Kurikulum pendidikan dalam sekolah ini mengacu pada kurikulum Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi. Kegiatan pembelajaran direncanakan akan dilangsungkan pada tahun 2021 ini.

Kelapa sawit memiliki peran strategis bagi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, namun dalam perkembangannya, industri dan perkebunan kelapa sawit Indonesia banyak mendapatkan tantangan dari dalam maupun luar negeri. ( Baca juga:Impor Vaksin Covid-19 Sebaiknya Tetap Dilakukan BUMN )

Menghadapi tantangan dan isu negatif tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk mendiseminasikan fakta objektif kelapa sawit kepada para guru dan siswa/siswi.



Melalui kegiatan ini disampaikan berbagai informasi pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan yang berkontribusi bagi perekonomian negara, kehidupan sosial masyarakat, peningkatan kesejahteraan petani, serta memperhatikan pula kelestarian lingkungan hidup.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top