Tangkal Black Campaign, Persepsi Positif Sawit Harus Terus Dibangun
Minggu, 09 Mei 2021 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, lebih dari satu dekade sektor kelapa sawit menjadi sasaran kampanye hitam. Meski demikian, Tofan menjelaskan bahwa saat ini komunikasi dan kampanye positif sawit sudah sangat baik dibandingkan sepuluh tahun lalu.
Yang menggembirakan, kata Tofan, perusahaan-perusahaan sawit juga memiliki kesadaran kolektif untuk ikut membangun komunikasi dan kampanye positif sawit. “Sekarang perusahaan-perusahaan sawit besar sudah memiliki divisi atau departemen komunikasi. Ini sangat positif,” katanya.
Pada kesempatan itu, Tofan juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini mengakibatkan ekonomi sulit bergerak. Di tengah situasi sulit seperti sekarang ini, kata Tofan, kondisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain.
(Baca juga:Wamendag Apresiasi Penerimaan Sejumlah Negara Eropa Terhadap Sawit Indonesia)
Hal ini disebabkan Indonesia memiliki komoditas kelapa sawit yang nyaris tidak terdampak pandemi Covid-19. Bahkan komoditas sawit menjadi salah satu penyelamat perekonomian nasional di tengah pandemi.
Dalam rangka meringankan beban ekonomi masyarakat, industri sawit telah banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kontribusi tersebut tidak hanya diberikan kepada masyarakat sekitar kebun saja, namun juga di masyarakat perkotaan yang jauh dari perkebunan kelapa sawit. “Salah satunya yakni kegiatan yang dilakukan FJS ini,” kata Tofan.
Diketahui, dalam kegiatan kali ini, FJS menggandeng sejumlah industri sawit yakni Wilmar Internasional, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Cisadane Sawit Raya Tbk, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, dan Kencana Agri Group.
Yang menggembirakan, kata Tofan, perusahaan-perusahaan sawit juga memiliki kesadaran kolektif untuk ikut membangun komunikasi dan kampanye positif sawit. “Sekarang perusahaan-perusahaan sawit besar sudah memiliki divisi atau departemen komunikasi. Ini sangat positif,” katanya.
Pada kesempatan itu, Tofan juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini mengakibatkan ekonomi sulit bergerak. Di tengah situasi sulit seperti sekarang ini, kata Tofan, kondisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain.
(Baca juga:Wamendag Apresiasi Penerimaan Sejumlah Negara Eropa Terhadap Sawit Indonesia)
Hal ini disebabkan Indonesia memiliki komoditas kelapa sawit yang nyaris tidak terdampak pandemi Covid-19. Bahkan komoditas sawit menjadi salah satu penyelamat perekonomian nasional di tengah pandemi.
Dalam rangka meringankan beban ekonomi masyarakat, industri sawit telah banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kontribusi tersebut tidak hanya diberikan kepada masyarakat sekitar kebun saja, namun juga di masyarakat perkotaan yang jauh dari perkebunan kelapa sawit. “Salah satunya yakni kegiatan yang dilakukan FJS ini,” kata Tofan.
Diketahui, dalam kegiatan kali ini, FJS menggandeng sejumlah industri sawit yakni Wilmar Internasional, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Cisadane Sawit Raya Tbk, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, dan Kencana Agri Group.
Lihat Juga :