Bandel! Ada 1,5 Juta Orang Lebih Meninggalkan Jabodetabek Buat Mudik

loading...
Bandel! Ada 1,5 Juta Orang Lebih Meninggalkan Jabodetabek Buat Mudik
Tercatat ada 1,5 juta orang sudah meninggalkan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) saat pemberlakuan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021. Foto/Dok
JAKARTA - Tercatat ada 1,5 juta orang sudah meninggalkan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) saat pemberlakuan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) , pergerakan masa tersebut menuju ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati menyebut, daerah-daerah yang dituju para pemudik diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera. Data tersebut berdasarkan hasil pantauan dari pos monitoring di sejumlah titik.

"Dari pos monitoring, lebih dari 1,5 juta orang keluar dari Jabodetabek menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan menuju Sumatera via Lampung. Khususnya perjalanan darat dan penyeberangan," ujar Adita dalam konferensi pers virtual, Kamis (13/5/2021).

Baca Juga: Kapolri Minta Maaf kepada Masyarakat Soal Larangan Mudik Lebaran

Meski begitu, jumlah mobilisasi tersebut tercatat menurun jika dibandingkan dengan periode pengetatan mudik yang berlaku sejak 22 April hingga 5 Mei 2021. Dimana, indikator tersebut dilihat dari penggunaan transportasi umum. Berbeda dengan pengetatan, masa peniadaan mudik berlaku sejak 6 Mei-17 Mei tahun ini.

"Sampai dengan tanggal 11 Mei tahun 2021, tercatat di masa peniadaan mudik ini terjadi penurunan aktivitas perjalanan menggunakan transportasi umum itu sangat signifikan," katanya.



Kemenhub juga mencatat, persentase angkutan jalan turun hingga 86%. Sedangkan untuk angkutan penyeberangan sekitar 62%, angkutan laut 30%, kereta api 88%, dan angkutan udara turun 93%.

Baca Juga: Ramalan Lonjakan Arus Balik di Tanggal 16 Mei 2021, Menhub Siapkan Jurus Penangkal

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah antisipasi arus balik Lebaran. Salah satu skemanya adalah dengan melakukan penyekatan secara konsisten dan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan di hari yang sama.

Kemenhub mencatat, pengendalian transportasi di sektor darat tantangannya lebih besar dibandingkan sektor lainnya. Hal itu karena potensi masyarakat yang ingin mudik di sektor darat tercatat tinggi.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top