Gebrakan Dua Titan Startup Karya Anak Bangsa, GoTo Beri Dua Keuntungan

loading...
Gebrakan Dua Titan Startup Karya Anak Bangsa, GoTo Beri Dua Keuntungan
Kehadiran GoTo sebagai sebuah entitas bisnis baru sebagai hasil dari gebrakan dua titan startup karya bangsa yaitu Gojek dan Tokopedia diyakini bisa memberikan dua keuntungan bagi perekonomian nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Kehadiran GoTo sebagai sebuah entitas bisnis baru sebagai hasil dari gebrakan dua titan startup karya bangsa yaitu Gojek dan Tokopedia diyakini bisa memberikan dua keuntungan bagi perekonomian nasional . Hal ini coba dicermati oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

"Pertama, digitalisasi ekonomi dan kemudahan bagi konsumen. Hal ini akan memberikan harga terbaik buat konsumen dan seluruh masyarakat Indonesia atas kebutuhan konsumsi yang dibutuhkan. Persaingan menjadi sangat bebas dari sisi produsen," jelas Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI, Ajib Hamdani.

Baca Juga: GoTo, Hasil Kolaborasi Dua Raksasa Startup Bakal Percepat UMKM Naik Kelas

Sambung Ajib menerangkan, efek selanjutnya adalah menjadi bagian instrumen yang bisa menekan inflasi. Karena persaingan terjadi secara sempurna untuk seluruh pelaku ekonomi.



"Kedua, keuntungan secara nasional adalah potensi penerimaan pajak yang bisa ditingkatkan dengan pengawasan tax compliance seluruh pelaku ekonomi yang masuk dalam ekosistem bisnis GoTo. Produsen akan diketahui omzetnya," paparnya.

Di sisi lain, konsumen akan diketahui kemampuan belanjanya, sehingga bisa diukur berapa penghasilan normal per bulannya. Digitalisasi menjadi alat buat negara untuk mempermudah pengawasan.

"Tetapi, hal ini dengan catatan, tax officer mengeluarkan regulasi bersifat mandatory untuk membuat koneksi database GoTo dengan sistem perpajakan Indonesia. Kisaran tax ratio sebesar 8% pada tahun 2020 akan terdongkrak pada tahun-tahun mendatang," jelasnya.

Merger ini juga akan meningkatkan nilai Tokopedia sebagai sebuah perusahaan startup, begitu juga Gojek yang menyandang predikat lebih mentereng sebagai decacorn.

"Merger kedua bisnis e-commerce dan ride hailing ini tak pelak akan membumbungkan nilai valuasi dan meningkatkan penguasaan market ekonomi Indonesia," terang Ajib.

Baca Juga: Inilah Sosok Duet Maut di GoTo



Mencuplik dari data GoTo, dengan lalu lintas transaksi lebih dari 1,8 miliar pada tahun 2020, lebih dari 2 juta mitra driver, lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) dan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU). Terjadi perputaran ekonomi yang luar biasa mencapai lebih dari USD22 miliar atau setara dengan Rp314 triliun.

"Kalau dibandingkan data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2020 sebesar Rp15.434,2 triliun, perputaran di GoTo memberikan kontribusi sekitar 2%," tambahnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top