Siapa Pemilik Mayoritas Bisnis GoTo?, Pengusaha: Jangan Memuluskan Aliran Uang ke Asing
Selasa, 18 Mei 2021 - 13:52 WIB
loading...
Jangan sampai merger GoJek dan Tokopedia dengan melahirkan entitas GoTo justru memuluskan aliran uang ke asing. Sepanjang UKM Indonesia tidak memiliki daya saing, maka yang terjadi produk asing akan membanjiri Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengingatkan, jangan sampai merger GoJek dan Tokopedia dengan melahirkan entitas GoTo justru memuluskan aliran uang ke asing. Sepanjang Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia tidak memiliki daya saing, maka yang terjadi produk asing akan membanjiri Indonesia.
"Kedua, siapakah pemilik mayoritas dalam struktur bisnis GoTo ini? Tokopedia dan Gojek adalah dua perusahaan yang secara ikonik menjadi representasi Indonesia, karena para foundersnya adalah orang Indonesia. Dalam perjalanan bisnis selanjutnya, apakah pemegang saham mayoritas masih orang-orang Indonesia?," imbuh Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HHIPMI, Ajib Hamdani.
Baca Juga: Juni, Pemerintah Batasi Penjualan Produk Asing di E-commerce
Karena secara bisnis, sambung Ajib, selanjutnya ini akan menentukan mengalirnya arus uang yang menjadi keuntungan atas siklus ekonomi di ekosistem bisnis ini, apakah akan tetap mengalir di dalam negeri, atau justru mempermulus aliran uang ke luar negeri.
"Dengan melihat potensi keuntungan dan ancaman yang jelas di depan mata, apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah? Dengan infrastruktur BUMN serta kewenangan regulasi yang dimiliki, pemerintah seharusnya mengakselerasi pembuatan digital platform yang bisa menjadi penyeimbang," tegas Ajib.
"Kedua, siapakah pemilik mayoritas dalam struktur bisnis GoTo ini? Tokopedia dan Gojek adalah dua perusahaan yang secara ikonik menjadi representasi Indonesia, karena para foundersnya adalah orang Indonesia. Dalam perjalanan bisnis selanjutnya, apakah pemegang saham mayoritas masih orang-orang Indonesia?," imbuh Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HHIPMI, Ajib Hamdani.
Baca Juga: Juni, Pemerintah Batasi Penjualan Produk Asing di E-commerce
Karena secara bisnis, sambung Ajib, selanjutnya ini akan menentukan mengalirnya arus uang yang menjadi keuntungan atas siklus ekonomi di ekosistem bisnis ini, apakah akan tetap mengalir di dalam negeri, atau justru mempermulus aliran uang ke luar negeri.
"Dengan melihat potensi keuntungan dan ancaman yang jelas di depan mata, apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah? Dengan infrastruktur BUMN serta kewenangan regulasi yang dimiliki, pemerintah seharusnya mengakselerasi pembuatan digital platform yang bisa menjadi penyeimbang," tegas Ajib.
Lihat Juga :