Larangan Mudik Dilematis, Bukan Berarti Menghapus Benefit Ekonomi

loading...
Larangan Mudik Dilematis, Bukan Berarti Menghapus Benefit Ekonomi
Larangan mudik Lebaran 2021 di tengah Pandemi Covid-19 memang menjadi kebijakan dilematis. Namun bukan berarti menghilangkan benefit ekonomi, walaupun perputaran uang ke daerah tidak signifikan. Foto/Dok
JAKARTA - Larangan mudik Lebaran 2021 di tengah Pandemi Covid-19 memang menjadi kebijakan dilematis. Namun bukan berarti menghilangkan benefit ekonomi, walaupun perputaran uang ke daerah tidak signifikan.

Baca Juga: Larangan Mudik Gairahkan Ekonomi DKI, Perputaran Uang Bisa Lampaui Rp1,25 T Saat Libur Lebaran

Akan tetapi Peneliti Makroekonomi LPEM FEB Universitas Indonesia, Teuku Riefky mengingatkan, dengan larangan mudik mampu menekan penyebaran kasus Covid-19. Hal ini juga memiliki efek positif bagi perekonomian.

Riefky, perlu ada prioritas yang diambil untuk masalah mudik lebaran di tengah pandemi. Dan menurutnya, saat ini prioritas yang paling memungkinkan adalah dengan melarang mudik agar masalah kesehatan ini bisa segera selesai dan ekonomi pun bisa kembali pulih.

“Tentu memang kita perlu menyesuaikan prioritas kita. Tentu saat ini prioritas kita masyarakat dan pemerintah adalah faktor kesehatan, sejalan dengan larangan mudik bukan berarti ini menghilangkan benefit ekonomi,” kata Riefky dalam acara market review IDX Channel, Selasa (18/5/2021)

Sambung Teuku Riefky mengatakan, kebijakan larangan mudik merupakan momentum yang cukup dilematis. Apalagi hal ini terjadi pada saat pandemi covid-19 masih belum hilang dan selesai sepenuhnya.



“Mudik ini momentum yang dilematis artinya ini fase perayaan seluruh umat muslim di Indonesia yang di mana harus pulang kampung untuk mengunjungi sanak sodara,” ujarnya.

Baca Juga: Jika Mudik Diperbolehkan, Perputaran Uangnya Menggiurkan Capai Ratusan Triliun

Menurut Riefky, mudik merupakan suatu tradisi yang selalu terjadi setiap tahun pada momen lebaran. Masyarakat yang bekerja di kota untuk mengumpulkan pendapatan akan berbagi rezeki di kampung halamannya pada saat mudik lebaran.

Namun di sisi lain, saat ini pandemi covid-19 masih belum selesai sepenuhnya. Bahkan pemerintah saat ini sedang fokus dalam menekan penyebaran virus covid-19 di Indonesia.



“Tapi ini sebetulnya waktu kita berbicara mudik dalam konteks ekonomi, di mana perang mengumpulkan pendapatannya di kota besar kemudian berbagai rezeki di kampung halaman yang ini tidak terjadi di tahun ini. Kita perlu ingat juga sisi mata koin lainya di mana penyebaran virus covid-19 tidak terjadi,” jelasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top