Larangan Mudik Dilematis, Bukan Berarti Menghapus Benefit Ekonomi

Selasa, 18 Mei 2021 - 14:27 WIB
loading...
Larangan Mudik Dilematis,...
Larangan mudik Lebaran 2021 di tengah Pandemi Covid-19 memang menjadi kebijakan dilematis. Namun bukan berarti menghilangkan benefit ekonomi, walaupun perputaran uang ke daerah tidak signifikan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Larangan mudik Lebaran 2021 di tengah Pandemi Covid-19 memang menjadi kebijakan dilematis. Namun bukan berarti menghilangkan benefit ekonomi, walaupun perputaran uang ke daerah tidak signifikan.



Akan tetapi Peneliti Makroekonomi LPEM FEB Universitas Indonesia, Teuku Riefky mengingatkan, dengan larangan mudik mampu menekan penyebaran kasus Covid-19. Hal ini juga memiliki efek positif bagi perekonomian.

Riefky, perlu ada prioritas yang diambil untuk masalah mudik lebaran di tengah pandemi. Dan menurutnya, saat ini prioritas yang paling memungkinkan adalah dengan melarang mudik agar masalah kesehatan ini bisa segera selesai dan ekonomi pun bisa kembali pulih.

“Tentu memang kita perlu menyesuaikan prioritas kita. Tentu saat ini prioritas kita masyarakat dan pemerintah adalah faktor kesehatan, sejalan dengan larangan mudik bukan berarti ini menghilangkan benefit ekonomi,” kata Riefky dalam acara market review IDX Channel, Selasa (18/5/2021)

Sambung Teuku Riefky mengatakan, kebijakan larangan mudik merupakan momentum yang cukup dilematis. Apalagi hal ini terjadi pada saat pandemi covid-19 masih belum hilang dan selesai sepenuhnya.

“Mudik ini momentum yang dilematis artinya ini fase perayaan seluruh umat muslim di Indonesia yang di mana harus pulang kampung untuk mengunjungi sanak sodara,” ujarnya.



Menurut Riefky, mudik merupakan suatu tradisi yang selalu terjadi setiap tahun pada momen lebaran. Masyarakat yang bekerja di kota untuk mengumpulkan pendapatan akan berbagi rezeki di kampung halamannya pada saat mudik lebaran.

Namun di sisi lain, saat ini pandemi covid-19 masih belum selesai sepenuhnya. Bahkan pemerintah saat ini sedang fokus dalam menekan penyebaran virus covid-19 di Indonesia.

“Tapi ini sebetulnya waktu kita berbicara mudik dalam konteks ekonomi, di mana perang mengumpulkan pendapatannya di kota besar kemudian berbagai rezeki di kampung halaman yang ini tidak terjadi di tahun ini. Kita perlu ingat juga sisi mata koin lainya di mana penyebaran virus covid-19 tidak terjadi,” jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Fungsi Aplikasi PeduliLindungi...
3 Fungsi Aplikasi PeduliLindungi Bagi Masyarakat, dari Akses Masuk Gedung hingga Beli Minyak Curah
Izin Mudik Lebaran Tahun...
Izin Mudik Lebaran Tahun Ini Belum Diputuskan, Begini Kata Jubir Luhut
Tunggu Keputusan Mudik...
Tunggu Keputusan Mudik Dilarang atau Tidak? Ini Penjelasan Kemenhub
Omicron Mulai Mengganas,...
Omicron Mulai Mengganas, Pemerintah Pertimbangkan Pembatasan Kedatangan Luar Negeri
Omicron Mulai Menggila,...
Omicron Mulai Menggila, Indonesia Waspada!
Tekan Penyebaran Covid-19,...
Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenhub: Aturan Transportasi di Indonesia Tergolong Ketat
Memotong Mata Rantai...
Memotong Mata Rantai Covid-19, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Isoter
Dukung Pengendalian...
Dukung Pengendalian Penyebaran Covid-19, Gunung Capital Beri Bantuan Oksigen
Pusat Belanja Bukan...
Pusat Belanja Bukan Klaster Penyebaran Covid-19, Pengusaha Mal Minta Boleh Beroperasi
Rekomendasi
Rekomendasi Tablet Terbaik...
Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Lebaran 2025
5 Kapolda Termuda di...
5 Kapolda Termuda di Indonesia setelah Mutasi Polri Maret 2025, Ini Nama-namanya
Kamp Pengungsi Jenin...
Kamp Pengungsi Jenin Tak Layak Huni akibat Operasi Brutal Militer Israel
Berita Terkini
Menangkap Peluang di...
Menangkap Peluang di Tengah Meningkatnya Tren Reksa Dana Syariah
5 jam yang lalu
Satgas Ramadan dan Idulfitri...
Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina Bikin Mudik Lancar dan Nyaman
5 jam yang lalu
Program Mudik Bersama,...
Program Mudik Bersama, Grup MIND ID Berangkatkan 2.173 Pemudik
6 jam yang lalu
Sektor Ritel Waswas...
Sektor Ritel Waswas Hadapi Rencana Larangan Penjualan Rokok
7 jam yang lalu
Setelah Tembus Pasar...
Setelah Tembus Pasar AS, Krakatau Steel Ekspor Baja Canai Panas ke Eropa
7 jam yang lalu
Wadirut Bulog Buka Suara...
Wadirut Bulog Buka Suara Soal Dugaan Takaran Beras SPHP Disunat
7 jam yang lalu
Infografis
Diskon 20% Tarif Tol...
Diskon 20% Tarif Tol Jakarta-Semarang untuk Mudik Lebaran 2025
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved