Buntut Boikot Kripto, Ini Kabar Buruknya Bagi China

Senin, 24 Mei 2021 - 16:48 WIB
loading...
Buntut Boikot Kripto,...
Ilustrasi. FOTO/REUTERS/Dado Ruvic
A A A
JAKARTA - Penambang kripto ramai-ramai memutuskan menghentikan operasinya di China setelah Beijing mengintensifkan tindakan keras terhadap penambangan dan perdagangan mata uang digital itu di tengah pengawasan peraturan global yang meningkat.

Baca Juga: Digebuk Xi Jinping, Penambang Kripto Ramai-ramai Cabut dari China

Padahal konsumsi energi tahunan penambang kripto China diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2024 sekitar 297 terawatt-jam, lebih besar dari semua konsumsi daya oleh Italia pada tahun 2016, menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Communications.

Presiden China Xi Jinping telah menjanjikan netralitas karbon pada tahun 2060. China telah kehilangan posisinya sebagai pusat perdagangan cryptocurrency global setelah Beijing melarang pertukaran crypto pada tahun 2017. Akhirnya, China akan kehilangan kekuatan komputasi kripto ke pasar luar negeri juga, "tulis Jiang, pendiri BTC.TOP, memprediksi munculnya kumpulan penambangan AS dan Eropa seperti dikutip dari Reuters, Senin (24/5/2021).

Baca Juga: Jreng! China Resmi Boikot Uang Kripto, Ini Alasannya

Chen dari Novem Arcae mengatakan kegilaan crypto, jika tidak diatasi, dapat berubah menjadi buih yang mirip dengan tulipmania Belanda di abad ke-17 sering dianggap sebagai gelembung keuangan pertama dalam sejarah yang tercatat. "Satu-satunya perbedaan adalah setelah gelembung tulip pecah, masih ada beberapa bunga indah yang tersisa," kata Chen. "Tapi ketika gelembung mata uang virtual meledak, yang tersisa hanyalah beberapa kode komputer," imbuhnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Upbit Indonesia Ungkap...
Upbit Indonesia Ungkap Cara Bijak Investasi Kripto Jangka Panjang
Bule Rusia Jadi Korban...
Bule Rusia Jadi Korban Penyekapan dan Pemerasan, Aset Kripto Rp10 Miliar Raib
Rekomendasi
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Ini Rangkaian Kegiatan...
Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 Selama 5 Hari di SMA dan SMK
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved