Pemutakhiran Data PNS Baru Dilakukan 2 Kali Sejak RI Merdeka, Kok Bisa?
Kamis, 27 Mei 2021 - 07:17 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Adanya 97.000 data misterius yang diperkirakan milik Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belum melakukan pembaharuan harus secepatnya ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Temuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) itu juga membuka mata betapa data administrasi kepegawaian para abdi negara masih jauh dari sempurna di tengah reformasi birokrasi yang terus digaungkan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah bahkan disinyalir baru dua kali melakukan pembaharuan data PNS sejak Indonesia merdeka. Persoalan ini terjadi di lintas pemerintahan.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah mengatakan, persoalan itu seperti fenomena gunung es yang sudah terjadi sejak lama, di mana pernah terjadi di era pemerintahan sebelumnya.
"Ini persoalan seperti lama, ini kan sesungguhnya sudah lama kasus ini, ini sudah di 2002. Karena masalahnya untuk PNS, sejak Indonesia merdeka itu baru dua kali di-update datanya itu. Jadi, baru dua kali melakukan pembaharuan data," ungkapnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (26/5/2021).
Baca juga: Data 97.000 ASN Fiktif, Gaji yang Dibayarkan Negara Lari ke Mana?
Temuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) itu juga membuka mata betapa data administrasi kepegawaian para abdi negara masih jauh dari sempurna di tengah reformasi birokrasi yang terus digaungkan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah bahkan disinyalir baru dua kali melakukan pembaharuan data PNS sejak Indonesia merdeka. Persoalan ini terjadi di lintas pemerintahan.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah mengatakan, persoalan itu seperti fenomena gunung es yang sudah terjadi sejak lama, di mana pernah terjadi di era pemerintahan sebelumnya.
"Ini persoalan seperti lama, ini kan sesungguhnya sudah lama kasus ini, ini sudah di 2002. Karena masalahnya untuk PNS, sejak Indonesia merdeka itu baru dua kali di-update datanya itu. Jadi, baru dua kali melakukan pembaharuan data," ungkapnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (26/5/2021).
Baca juga: Data 97.000 ASN Fiktif, Gaji yang Dibayarkan Negara Lari ke Mana?
Lihat Juga :