Utang Indonesia Dekati Rp6.000 Triliun, Pengamat Sebut Sudah Masuk Lampu Merah
Senin, 07 Juni 2021 - 14:16 WIB
loading...
Kondisi utang Indonesia yang mendekati Rp6.000 trilun menurut pengamat sudah lampu merah, yang diyakini sudah sangat membebani anggaran. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kondisi utang Indonesia menurut pengamat sudah lampu merah, yang diyakini sudah sangat membebani anggaran. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) bahwa posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I-2021 sebesar USD415,6 miliar atau setara Rp5.943,1 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS). Artinya, utang Indonesia sudah mendekati Rp6.000 triliun.
Baca Juga: Setoran Pajak Minus, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.000 Triliun
Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudistira menerangkan, terdapat beberapa cara untuk melihat risiko utang. Pertama, kemampuan bayar utang pemerintah dilihat dari perbandingan antara beban bunga utang dibagi dengan penerimaan pajak.
"Berdasarkan data APBN 2021 , rasio antara beban bunga utang sudah mencapai 25% dari target penerimaan pajak. Ini menandakan porsi bunga utang sudah terlampau membebani anggaran," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (7/6/2021).
Baca Juga: Utang Pemerintah Tembus Rp6.444 Triliun, Sri Mulyani: Ini Fase Pemulihan
Baca Juga: Setoran Pajak Minus, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.000 Triliun
Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudistira menerangkan, terdapat beberapa cara untuk melihat risiko utang. Pertama, kemampuan bayar utang pemerintah dilihat dari perbandingan antara beban bunga utang dibagi dengan penerimaan pajak.
"Berdasarkan data APBN 2021 , rasio antara beban bunga utang sudah mencapai 25% dari target penerimaan pajak. Ini menandakan porsi bunga utang sudah terlampau membebani anggaran," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (7/6/2021).
Baca Juga: Utang Pemerintah Tembus Rp6.444 Triliun, Sri Mulyani: Ini Fase Pemulihan
Lihat Juga :