Basmi Premanisme di Jalur Truk, Biaya Logistik Bisa Menurun
Jum'at, 11 Juni 2021 - 18:20 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menyebut pungutan preman di kalangan pengusaha truk sangat mengganggu biaya logistik . Sebab dana yang diberikan kepada sopir truk dalam perjalanan dirampas oleh preman.
“Masalah preman ini menganggu sekali. Khususnya mengganggu cost logistic. Saya pernah mendapat keluhan dari sopir truk karena uang mereka dirampas sebelum sampai pom bensin, sehingga membuat mereka tidak punya biaya untuk membeli solar. Itu kan merugikan sekali,”ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (11/6/2021).
Baca juga: Wanti-Wanti Menteri Teten kepada Pelaku UMKM: Ke Depan hanya Ada Satu Pasar
Gemilang mengungkapkan, masalah preman ini menjadi perkara yang cukup serius dan perlu segera diberantas guna kenyaman dan keselamatan para sopir truk. Ia menyebut, aksi pemalakan bukan hanya di Tanjung Priok melainkan di semua jalan yang dilintasi truk.
“Mayoritas jalan-jalan perlintas truk pasti ada preman yang berjaga. Kejadian pemalakan biasanya terjadi saat kamacetan di jalan yang sepi. Para premen itu biasanya memberi hambatan pada truk-truk yang akan lewat,” jelasnya.
“Masalah preman ini menganggu sekali. Khususnya mengganggu cost logistic. Saya pernah mendapat keluhan dari sopir truk karena uang mereka dirampas sebelum sampai pom bensin, sehingga membuat mereka tidak punya biaya untuk membeli solar. Itu kan merugikan sekali,”ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (11/6/2021).
Baca juga: Wanti-Wanti Menteri Teten kepada Pelaku UMKM: Ke Depan hanya Ada Satu Pasar
Gemilang mengungkapkan, masalah preman ini menjadi perkara yang cukup serius dan perlu segera diberantas guna kenyaman dan keselamatan para sopir truk. Ia menyebut, aksi pemalakan bukan hanya di Tanjung Priok melainkan di semua jalan yang dilintasi truk.
“Mayoritas jalan-jalan perlintas truk pasti ada preman yang berjaga. Kejadian pemalakan biasanya terjadi saat kamacetan di jalan yang sepi. Para premen itu biasanya memberi hambatan pada truk-truk yang akan lewat,” jelasnya.
Lihat Juga :