Dari Jakarta ke Teluk Bintuni Papua, Begini Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong di Timur Indonesia

Senin, 21 Juni 2021 - 20:39 WIB
loading...
Dari Jakarta ke Teluk...
Tim tenaga kesehatan KFD sejak Minggu (13/6) melakukan Vaksinasi Gotong Royong di Kilang Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya, PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) , terus mendukung program Vaksinasi Gotong Royong di seluruh penjuru Indonesia. Tak hanya di kota-kota besar saja, KFD membuktikan mampu mengatasi tantangan dalam pendistribusian dan penyuntikan vaksin di remote area di Timur Indonesia.

Tim tenaga kesehatan KFD sejak Minggu (13/6) melakukan Vaksinasi Gotong Royong di Kilang Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat. KFD, akan melayani vaksinasi untuk sekitar 14.800 pekerja Tangguh LNG secara bertahap di lokasi tersebut.

Tak seperti distribusi vaksin dan kegiatan vaksinasi di kota-kota besar, kegiatan Vaksinasi Gotong Royong di wilayah timur Indonesia itu harus melalui tantangan tak biasa. Mobilisasi vaksin dan tenaga kesehatan serta Bahan Medis Habis Pakai harus menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari udara, darat, hingga laut untuk sampai ke lokasi.

Baca Juga: Kimia Farma Kupas Keungulan Program Vaksinasi Gotong Royong

"Alhamdulillah, kami bisa melewati seluruh tantangan itu. Kualitas vaksin tetap terjaga dengan baik dan kegiatan vaksinasi di proyek strategis nasional di Papua Barat itu bisa dilaksanakan dengan lancar," ungkap Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek Nurtjahjo Walujo Wibowo dalam keterangannya, usai meninjau langsung kegiatan vaksinasi pekerja di Kilang Tangguh LNG, Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (21/6/2021).

KFD secara bertahap mendatangkan vaksin Sinopharm untuk kebutuhan total vaksinasi 14.800 pekerja Kilang Tangguh LNG. "Setelah mendukung herd immunity di sektor manufaktur, perbankan, media dan lainnya, kini KFD mendukung kekebalan komunal di sektor migas yang berada di timur Indonesia. Kesehatan dan imunitas pekerja Kilang Tangguh LNG perlu dijaga melalui vaksinasi sehingga dapat menyelesaikan proyek strategis ini sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah," ujar Plt. Direktur Utama KFD Agus Chandra.

Sekadar informasi, Kilang Tangguh LNG yang diperasikan bp Indonesia terdiri atas dua unit dengan kapasitas 7,6 juta ton per tahun (Mtpa) dari Train 1 dan 2. Saat ini tengah berlansung pembangunan Train 3 dengan kapasitas 3,8 Mtpa sehingga total kapasitas Kilang Tangguh LNG akan bertambah menjadi 11,4 Mtpa.

Vice President bp Indonesia, bp Asia Pacific, Hardi Hanafiah mengapresiasi Kimia Farma yang mampu merencanakan, mendistribusi vaksin hingga melaksanakan vaksinasi bagi pekerja di Kilang Tangguh LNG dengan lancar.

Proses Vaksinasi Gotong Royong di Kilang Tangguh LNG memang tak sederhana. Perjalanan vaksin dimulau dari National Distribution Centre (NDC) Kimia Farma di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, sekitar pukul 22.00 WIB pada Jumat (11/6) malam. Sebanyak 41 boks khusus (isolation box) berukuran 50 cm x 70 cm berwarna putih mulai dikeluarkan dari NDC Kimia Farma untuk dibawa ke Bandara International Soekarno Hatta.

Untuk diketahui, isolation box harus dijaga tetap dalam suhu tertentu, 2°-8° Celcius, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan, guna menjaga keamanan dan kualitas vaksin.

Setelah sampai di bandara, 41 isolation box itu dikemas ke dalam bagasi untuk diterbangkan menuju Bandara Pattimura, Ambon. Tiba di Bandara Ambon sekitar pukul 07.10 WIT. Para tenaga keehatan (vaksinator) transit, kemudian pukul 09.30 WIT terbang lagi dengan pesawat ATR menuju Bandara Babo di Teluk Bintuni, Papua Barat. Tiba di Bandara Babo pukul 11.00 WIT dan menggunakan mobil menuju Dermaga Babo sekitar 10 menit.

Baca Juga: Mata-mata Top China Dilaporkan Membelot ke AS, Ungkap Rahasia COVID-19

Selanjutnya, Tim Kimia Farma dan 41 boks vaksin Sinopharm yang suhunya terus dijaga 2°-8° Celcius itu diangkut menggunakan speed boat menuju Combo Dock, selama 30 menit. Setelah berjibaku dengan ombak yang cukup tinggi, kru tenaga kesehatan dan vaksin pun akhirnya tiba di lokasi penghasil gas terbesar di Indonesia tersebut, setelah menempuh perjalanan sekitar 15 jam.

Agus Chandra menjelaskan, pengadaan dan pendistribusian vaksin untuk wilayah Jabodetabek tidak menemukan kendala. Tetapi, imbuh dia, untuk wilayah timur Indonesia proses distribusi vaksin cukup menantang, karena harus tetap dipastikan vaksin itu terjaga kualitasnya dengan suhu tertentu. Namun, tegasnya, KFD optimistis tim yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia akan sanggup melewati berbagai tantangan yang ada.

"Vaksinasi on site, kami mendatangi lokasi perusahaan dan mendatangkan tim vaksinator dan pendukung logistik serta proses vaksinasinya. Dari beberapa kali pelaksanaan, rekor sampai 5.000 orang di beberapa titik per hari untuk beberapa perusahaan. Jumlah itu akan kami tingkatkan tergantung ketersediaan tempat. Intinya kami sangat mendukung Vaksinasi Gotong Royong agar lebih cepat dilaksanakan, tertib, dan transparan sehingga warga Indonesia mendapatkan vaksin," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
KFA Hadirkan Layanan...
KFA Hadirkan Layanan Digital, Kesehatan dan Kecantikan di PRJ 2025
Gelombang PHK Hantui...
Gelombang PHK Hantui Karyawan Kimia Farma, 5 Pabrik Obat Bakal Ditutup
Kimia Farma Diagnostika...
Kimia Farma Diagnostika Gandeng Gojek Bantu Akses Pemeriksaan Kesehatan Bagi Mitra Driver
MSD Indonesia dan Kimia...
MSD Indonesia dan Kimia Farma Tingkatkan Edukasi dan Pemahaman Terkait HPV
Mendikdasmen Resmikan...
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni, Anggaran Capai Rp17,5 Miliar
TMMD ke-128, Warga Papua...
TMMD ke-128, Warga Papua Bahagia Jalan Menuju Pantai dan Sekolah Mulai Diperbaiki
1.037 Peserta Seleksi...
1.037 Peserta Seleksi CPNS dan Masyarakat Manokwari Selatan Diimbau Jaga Kamtibmas
Rekomendasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved