Peminat Seli Masih Tinggi, Harganya Diprediksi Naik Tahun Ini

Kamis, 24 Juni 2021 - 15:40 WIB
loading...
Peminat Seli Masih Tinggi, Harganya Diprediksi Naik Tahun Ini
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sepeda lipat atau seli masih menjadi pilihan para pesepeda, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang turut mendongkrak penjualan sepeda. Meskipun harga sepeda relatif mulai melandai setelah naik signifikan terutama pada tahun lalu, secara keseluruhan tahun ini harganya diprediksi masih akan naik. Hal ini menyangkut masalah komponen dan bahan baku yang mengalami kenaikan harga.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo menyebut, tahun ini sepeda lipat mengalami over supply karena tahun lalu sempat tertahan dengan kuota impor dan produksi.

“Makanya di Indonesia sekarang sepeda lipat sudah banyak pilihan. Oleh sebab itu, pasar harus menyesuaikan diri berdasarkan naiknya harga komponen dan produksi. Dengan pilihan yang banyak, harga juga semakin kompetitif,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Harga Sepeda Brompton Anjlok, Ada yang Jual di Bawah Rp30 Juta

Eko menuturkan, pangsa pasar sepeda lipat mencapai 60%. Hal tersebut dipacu berbagai faktor diantaranya sepeda lipat merupakan sepeda entry level. Artinya, dengan satu keluarga memiliki satu sepeda lipat, bisa digunakan semua anggota keluarga lainnya. Selain itu, sepeda lipat mudah dibawa kemana-mana terutama untuk traveling lantaran dapat dilipat.

“Kemudian sepeda lipat ini adalah sepeda commuter, karena banyak digunakan di jalan perkotaan. Lebih dipakai untuk aktivitas orang, untuk trasnportasi juga. Kalau di Indonesia ini kebanyakan hanya untuk pemakaian olah raga rekreasi saja. Karena peminatnya kebanyakan di kota dan banyak pesepeda pemula juga, makanya masyarakat banyak mengambil sepeda lipat,” tuturnya.

Dia menambahkan, sepeda lipat banyak digemari para pesepeda pemula, sebab jika sepeda gunung tidak untuk digunakan sebagai sepeda commuter karena gowesan yang lebih berat.

Baca juga: Luar Biasa! Satu Dokter Wisma Atlet Tangani Pasien Covid-19 di Tiga Lantai Sekaligus

“Kalau sepeda gunung, terus terang dari gowesan bebannya lebih berat, kecuali city bike seperti sepeda mini, atau sepeda turing atau sepeda hybrid. Nah itu baru bisa jadi sepeda commuter. Tapi marketnya tidak banyak,” imbuhnya. Lebih lanjut, Eko menyebut kini sepeda lipat sudah berada di kisaran Rp2-Rp5 juta, tergantung bahan serta komponen yang digunakan.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1821 seconds (11.252#12.26)