Sering Ditolak Bank, Pengusaha Garam di Bali Ini Berhasil Tembus Pasar Ekspor
Selasa, 29 Juni 2021 - 11:37 WIB
loading...
Ni Putu Ayu Wilasmini, pemilik usaha CV Natural Bali Kulkul. FOTO/Pertamina
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Program Pendanaan UMK terus memantau kondisi perkembangan para usaha mikro dan kecil (UMK) binaannya. Kali ini pemantauan secara langsung dilaksanakan ke beberapa mitra binaan di Pulau Dewata Bali. Salah satunya yakni kunjungan ke UMK Natural Bali Kulkul di Kabupaten Klungkung pada Kamis (17/6).
Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, binaan ini dianggap sebagai salah satu UMK di Bali yang memiliki perkembangan usaha yang cukup pesat. “Baru berdiri kurang lebih 3 tahun tapi sudah mampu jadi UMK Go Global dengan mengekspor produknya ke luar negeri,” tutur Fajriyah di Jakarta, Selasa(29/6/2021).
Baca Juga: Membidik Potensi Cuan Jualan Teh Tarik Dikala Pandemi
Ni Putu Ayu Wilasmini, pemilik usaha CV Natural Bali Kulkul ini mengaku perkembangan bisnisnya makin pesat tatkala bergabung menjadi binaan Pertamina pada tahun 2020 lalu. Sejumlah negara yang pernah menjadi tujuan ekspornya yakni Singapura, Perancis dan baru-baru ini dia mengekspor garam produksinya ke Thailand sebanyak 2 ton dan California 10 ton.
Selain itu, modal usaha yang diberikan oleh Pertamina dipergunakan untuk membuat rumah kaca tempat produksi garam. Sebelumnya, dengan 1 rumah kaca yang sudah ada, dia mampu memproduksi 2-3 ton garam tiap bulan. Saat ini, dengan 2 rumah kaca, produksinya meningkat 2 kali lipat menjadi 4-6 ton garam/ bulan.
“Dahulu kami berusaha pinjam modal ke bank namun kerap ditolak dan dibilang untuk apa produksi garam pinjam ratusan juta. Akhirnya dapat bantuan dari Pertamina, dan usaha saya berkembang sekarang pihak bank yang kejar menawarkan pinjaman. Di sinilah upaya saya dalam menyelamatkan garam rakyat yang terlupakan,” papar Wilas.
Mendapat penjelasan tersebut, Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita yang turun langsung kelapangan merasa bangga dengan usaha yang dijalani Wilas. Menurutnya, usaha tersebut dapat menyelamatkan hasil garam rakyat yang banyak tergeser garam impor agar bisa berjaya kembali.
Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, binaan ini dianggap sebagai salah satu UMK di Bali yang memiliki perkembangan usaha yang cukup pesat. “Baru berdiri kurang lebih 3 tahun tapi sudah mampu jadi UMK Go Global dengan mengekspor produknya ke luar negeri,” tutur Fajriyah di Jakarta, Selasa(29/6/2021).
Baca Juga: Membidik Potensi Cuan Jualan Teh Tarik Dikala Pandemi
Ni Putu Ayu Wilasmini, pemilik usaha CV Natural Bali Kulkul ini mengaku perkembangan bisnisnya makin pesat tatkala bergabung menjadi binaan Pertamina pada tahun 2020 lalu. Sejumlah negara yang pernah menjadi tujuan ekspornya yakni Singapura, Perancis dan baru-baru ini dia mengekspor garam produksinya ke Thailand sebanyak 2 ton dan California 10 ton.
Selain itu, modal usaha yang diberikan oleh Pertamina dipergunakan untuk membuat rumah kaca tempat produksi garam. Sebelumnya, dengan 1 rumah kaca yang sudah ada, dia mampu memproduksi 2-3 ton garam tiap bulan. Saat ini, dengan 2 rumah kaca, produksinya meningkat 2 kali lipat menjadi 4-6 ton garam/ bulan.
“Dahulu kami berusaha pinjam modal ke bank namun kerap ditolak dan dibilang untuk apa produksi garam pinjam ratusan juta. Akhirnya dapat bantuan dari Pertamina, dan usaha saya berkembang sekarang pihak bank yang kejar menawarkan pinjaman. Di sinilah upaya saya dalam menyelamatkan garam rakyat yang terlupakan,” papar Wilas.
Mendapat penjelasan tersebut, Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita yang turun langsung kelapangan merasa bangga dengan usaha yang dijalani Wilas. Menurutnya, usaha tersebut dapat menyelamatkan hasil garam rakyat yang banyak tergeser garam impor agar bisa berjaya kembali.
Lihat Juga :