Tangkal Pandemi, Kementan Perkuat Pelatihan Pertanian via Daring

Kamis, 01 Juli 2021 - 21:21 WIB
loading...
Tangkal Pandemi, Kementan...
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi. (Foto: Dok. BPPSDMP)
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 bukan halangan bagi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan pelatihan pertanian via daring atau online. Pelatihan pertanian bertema 'Penguatan Kegiatan Pusat Pelatihan Pertanian' ini dilakukan selama tiga hari mulai Rabu (30/6/2021) hingga Jumat (2/7/2021).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kerapkali mengingatkan bahwa di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kegiatan sektor pertanian harus mampu akselerasi agar produktivitas tetap meningkat. Tujuannya agar ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan para petani tetap terjaga.

(Baca juga:Banyak Dampak Negatif, Kementan Usul Wacana Revisi PP 109 Dipertimbangkan Lagi)

“Untuk itu, penyesuaian harus dilakukan oleh Kementan untuk mencapai perbaikan kualitas dan kuantitas produksi pertanian,” kata Mentan Syahrul.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa sektor pertanian tetap kompetitif dan bertahan di masa pandemi Covid-19. Dalam kondisi yang serba melambat karena pandemi, sektor pertanian mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusinya juga sangat besar.

(Baca juga:Mau Potong Kurban di Saat Pandemi? Nih Aturan dari Kementan)

“Pertanian Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk maju. Dukungan SDM-nya bagus untuk mencapai target produktivitas, karena ada tiga pilar yang mendukung BPPSDMP Kementan yakni penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan,” kata Dedi Nursyamsi.

Agenda pokok kegiatan meliputi Penyusunan Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Penyuluhan; Persiapan Sertifikasi bagi tenaga honor penyuluhan (THL TBPP) yang belum lulus uji Aparatur Sipil Negara - Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN-P3K); Sosialisasi Peningkatan Inovasi dan Layanan Pelatihan Pertanian; hingga Koordinasi Internal Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI).

(Baca juga:Dorong Ekspor, Kementan Genjot Produksi Pala)

Kegiatan pelatihan via daring diikuti oleh para pemangku kepentingan di sektor pertanian. Turut hadir Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Leli Nuryati; para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Puslatan di seluruh Indonesia; para Koordinator dan Subkoordinator lingkup BPPSDMP Kementan, tim penyusun rancangan kaji ulang SKKNI bidang penyuluhan pertanian; Tim TUK lingkup BPPSDMP dan para Admin Esipp maupun Epik.

Dedi Nursyamsi mengingatkan bahwa peningkatan kompetensi SDM bertujuan bagi pemenuhan kebutuhan pangan bagi 267 jiwa, kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor. “Uji kompetensi diperlukan guna mendorong peningkatan kualitas SDM pertanian melalui sertifikasi profesi, maka sertifikasi harus dipersiapkan dengan matang agar kualitasnya terjaga,” katanya.

Menurutnya, BPPSDMP Kementan tahun ini juga akan melakukan sertifikasi profesi bagi tenaga honor penyuluhan THL TBPP yang belum lulus uji ASN - P3K. Sertifikasi harus dipersiapkan dan terkoordinasi dengan baik mengacu pada Tupoksi Puslatan harus aktif menyusun KKNI bidang pertanian.

Sebagaimana diketahui, KKNI disusun sebagai dasar penyusunan kurikulum pendidikan dan materi uji kompetensi. Muaranya, penciptaan link and match antara dunia pendidikan, pelatihan, dan lembaga sertifikasi.

“Puslatan harus menjadi pionir untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh yang secara umum harus meningkat. Pasalnya, di era industri 4.0 maka semua hal harus mengacu data. Penggunaan sistem informasi menjadi kewajiban untuk memudahkan penyimpanan dan penelusuran data hingga pengambilan keputusan,” kata Dedi.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Regenerasi Petani, Kementan...
Regenerasi Petani, Kementan Ajak Anak Muda Masuk Pendidikan Vokasi Pertanian
Petani Minta Kaji Ulang...
Petani Minta Kaji Ulang Rencana Daerah Tarik Pajak Pohon Sawit
Lahan Pascabencana Dipulihkan,...
Lahan Pascabencana Dipulihkan, Mentan Amran Pastikan Petani Sumatera Digaji
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
BLFC Mojokerto Jadi...
BLFC Mojokerto Jadi Contoh Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Petani
Rekomendasi
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Berita Terkini
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved