Vaksin Berbayar di Kimia Farma Beda dengan Program Pemerintah
Minggu, 11 Juli 2021 - 19:30 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Vaksin Sinopharm menjadi jenis vaksin yang digunakan PT Kimia Farma (Persero) Tbk untuk melaksanakan vaksinasi gotong royong individu. Program tersebut akan digelar pada Senin besok, 12 Juli 2021.
Juru Bicara PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto, menyebut, jenis vaksin gotong royong individu yang digunakan emiten farmasi pelat merah itu harus berbeda dengan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.
"Vaksin yang digunakan untuk program vaksinasi gotong royong, tidak boleh sama atau menggunakan vaksin program pemerintah. Saat ini vaksin yang digunakan untuk vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinopharm," ujar Bambang saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (11/7/2021).
Baca juga:Ini Tanggapan Wagub DKI Jakarta soal Vaksin Berbayar
Penetapan jenis vaksin yang digunakan Kimia Farma merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021. Bambang pun mengutarakan alasan bahwa perbedaan jenis vaksin tidak mengganggu berjalannya vaksinasi program pemerintah yang tengah dilakukan saat ini.
"Biar tidak mengganggu program, yang program pemerintah sudah ditentukan. Jangan sampai malah seolah-olah vaksin program (pemerintah) diambil untuk kepentingan perusahaan lalu digunakan untuk vaksin gotong royong. Makanya dibedakan, gak boleh sama," katanya.
Kimia Farma sebagai anggota Holding BUMN Farmasi baru saja ditunjuk pemerintah untuk menggelar vaksinasi gotong royong bagi masyarakat secara individu. Meski begitu, vaksin yang diberikan tidak secara gratis, alias berbayar.
Juru Bicara PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto, menyebut, jenis vaksin gotong royong individu yang digunakan emiten farmasi pelat merah itu harus berbeda dengan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.
"Vaksin yang digunakan untuk program vaksinasi gotong royong, tidak boleh sama atau menggunakan vaksin program pemerintah. Saat ini vaksin yang digunakan untuk vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinopharm," ujar Bambang saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (11/7/2021).
Baca juga:Ini Tanggapan Wagub DKI Jakarta soal Vaksin Berbayar
Penetapan jenis vaksin yang digunakan Kimia Farma merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021. Bambang pun mengutarakan alasan bahwa perbedaan jenis vaksin tidak mengganggu berjalannya vaksinasi program pemerintah yang tengah dilakukan saat ini.
"Biar tidak mengganggu program, yang program pemerintah sudah ditentukan. Jangan sampai malah seolah-olah vaksin program (pemerintah) diambil untuk kepentingan perusahaan lalu digunakan untuk vaksin gotong royong. Makanya dibedakan, gak boleh sama," katanya.
Kimia Farma sebagai anggota Holding BUMN Farmasi baru saja ditunjuk pemerintah untuk menggelar vaksinasi gotong royong bagi masyarakat secara individu. Meski begitu, vaksin yang diberikan tidak secara gratis, alias berbayar.
Lihat Juga :