Tak Berdaya, Pengusaha Berharap Bantuan Pemerintah Jika PPKM Diperpanjang
Jum'at, 16 Juli 2021 - 14:26 WIB
loading...
Pengusaha mengaku sukit bertahan tanpa uluran tangan pemerintah jika PPKM Darurat diperpanjang. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Dunia usaha saat ini tengah cemas menghadapi perkembangan situasi pandemi Covid-19 yang terus melonjak. Kabar bahwa PPKM Darurat akan diperpanjang ditangapi pengusaha dengan harapan pemerintah tak lepas tangan dan mengucurkan dana APBN agar mereka dapat bertahan.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang yang mengatakan bahwa sejak pemerintah menerapkan PSBB tahun lalu sebenarnya dunia usaha sudah dalam posisi bertahan. Rata-rata pengusaha menurutnya hanya memiliki cash flow yang sangat tipis namun tetap bertahan dengan harapan ekonomi lekas kembali membaik.
Baca Juga: Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Said iqbal: Pak Luhut Enggak Akan Didengar Pengusaha
"Awalnya pemerintah juga kelihatannya memiliki keyakinan untuk pulih perekonomian kita, makanya target pertumbuhan ekonomi di kuartal II itu 7%. Tapi dalam perjalannya kita lihat bahwa kasus Covid-19 ini ternyata diluar dugaan. Bahkan lebih dahsyat daripada tahun yang lalu," ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Jumat (16/7/2021).
Setelah pemerintah memutuskan mengubah status PPKM Mikro menjadi PPKM Darurat, lanjut dia, pengusaha semakin gelisah. Sebab berbagai sektor usaha di wilayah Jawa dan Bali, terutama yang non-esensial dan kritikal harus tutup.
"Apabila PPKM Darurat ini diperpanjang lagi, maka pengusaha semakin tidak ada profit, tidak ada omzet, sedangkan biaya operasional terus berjalan, gaji karyawan harus dibayar, para pedagang pun juga harus membayar sewa tempat. Bisa dibayangkan bagaimana mereka mengatur cash flownya," ujar dia.
Sarman menilai selama PPKM Darurat berlangsung hingga 20 Juli mendatang, para pengusaha akan mampu bertahan meski cash flow-nya sekarat. Namun, jika PPKM Darurat diperpanjang, menurutnya ada tiga kemungkinan yang terjadi.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang yang mengatakan bahwa sejak pemerintah menerapkan PSBB tahun lalu sebenarnya dunia usaha sudah dalam posisi bertahan. Rata-rata pengusaha menurutnya hanya memiliki cash flow yang sangat tipis namun tetap bertahan dengan harapan ekonomi lekas kembali membaik.
Baca Juga: Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Said iqbal: Pak Luhut Enggak Akan Didengar Pengusaha
"Awalnya pemerintah juga kelihatannya memiliki keyakinan untuk pulih perekonomian kita, makanya target pertumbuhan ekonomi di kuartal II itu 7%. Tapi dalam perjalannya kita lihat bahwa kasus Covid-19 ini ternyata diluar dugaan. Bahkan lebih dahsyat daripada tahun yang lalu," ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Jumat (16/7/2021).
Setelah pemerintah memutuskan mengubah status PPKM Mikro menjadi PPKM Darurat, lanjut dia, pengusaha semakin gelisah. Sebab berbagai sektor usaha di wilayah Jawa dan Bali, terutama yang non-esensial dan kritikal harus tutup.
"Apabila PPKM Darurat ini diperpanjang lagi, maka pengusaha semakin tidak ada profit, tidak ada omzet, sedangkan biaya operasional terus berjalan, gaji karyawan harus dibayar, para pedagang pun juga harus membayar sewa tempat. Bisa dibayangkan bagaimana mereka mengatur cash flownya," ujar dia.
Sarman menilai selama PPKM Darurat berlangsung hingga 20 Juli mendatang, para pengusaha akan mampu bertahan meski cash flow-nya sekarat. Namun, jika PPKM Darurat diperpanjang, menurutnya ada tiga kemungkinan yang terjadi.
Lihat Juga :