Dana Rp2,4 Triliun Segera Disalurkan Bagi Pelaku Parekraf Terdampak PPKM

loading...
Dana Rp2,4 Triliun Segera Disalurkan Bagi Pelaku Parekraf Terdampak PPKM
Ilustrasi UMKM. Foto/Dok SINDOphoto/Muchtamir Zaide
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk program pemulihan ekonomi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di semua daerah Indonesia.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pelaku wisata melalui dana hibah yang saat ini tengah difinalisasi di Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

"Sudah dapat pagu PEN jumlahnya 2,4 triliun program mendukung UMKM dengan bangga buatan indonesia, khusus subsektor film, dan keterbatasan anggaran mendorong kita untuk melalukan realokasi dan prioritasi penanganan kesehatan dan ekonomi masyarakat dan kita akan pastikan ketepatan sasaran program dan akuntabilitasnya terjaga," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing virtual, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Dorong Ekspor Rempah Capai USD2 Miliar, Sandiaga Bidik Amerika Lewat Program ISUTW



Sandiaga menyampaikan, pihaknya sudah merencanakan hibah bagi pelaku wisata bakal dicairkan pada kuartal ketiga nanti. Namun, kemungkinan akan dipercepat dengan berbagai pertimbangan salah satunya perpanjangan PPKM Darurat.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan validasi dan verifikasi data pelaku parekraf sebagai penerima dana hibah agar tidak terjadi kesalahan penyaluran anggaran.

"Kemenparekraf akan terus mempercepat kebijakan yang berpihak kepada para pelaku parekraf melalui program kita sendiri, program kolaborasi atau program pemulihan ekonomi nasional sebagian sudah mulai aktivasi adalah program restrukturisasi kewajiban perbankan, program penjaminan kredit usaha baik untuk ukm dan usaha besar dan program KUR," jelas dia.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, 84 Ribu Pekerja Mal Terancam PHK

Selain itu untuk ekonomi mikro, Kemenparekraf berkolaborasi dengan Kemenkop UKM dengan bantuan presiden untuk usaha mikro BPUM. Untuk beban operasional, Sandi juga meminta pemerintah meringankan listrik dan perpajakan. Serta tak lupa ada program CHSE, pelatihan calon wirausaha muda. "Jadi, PPKM ini tidak mengganggu justru mendorong sense of crisis dan humanity," pungkasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top