Demi Pemulihan Ekonomi, Bank Sentral Dorong Herd Immunity

loading...
Demi Pemulihan Ekonomi, Bank Sentral Dorong Herd Immunity
Foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P. Joewono mengatakan, bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang diterapkan pemerintah akan berdampak pada perekonomian. Ditambah dengan PPKM Level 4 maka prediksi ekonomi akan minus 1%.

“Kalau PPKM satu bulan, ekonomi akan minus 0,6% dan hanya tumbuh sekitar 3,8%. Kalau PPKM itu 1,5 bulan, maka ekonomi akan minus 1%,” kata Doni dalam acara “Gotong Royong Bantuan Kemanusiaan Ika UNS Peduli Covid-19” secara virtual, Jumat (23/7/2021).

Baca juga:Momen Naomi Osaka Nyalakan Kaldron Olimpiade Tokyo 2020

Makanya, Deputi Gubernur BI yang juga alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) konsen dengan capaian herd immunity. Pasalnya, herd immunity meningkat maka akan berdampak positif terhadap ekonomi. Salah satu cara mendorong herd immunity itu adalah dengan vaksinasi.



“Saya mendukung program vaksinasi, herd immunity tahun 2021 dari 10% harus 57% demi minimal ekonomi kita 4%. Karena (kalau) konsumsi turun 1% atau 2%, itu sangat matters,” ujar Doni.

Doni mengatakan pihak BI bersama OJK dan juga Wali Kota akan bersinergi demi target herd immunity hingga 57%. Doni berharap, berawal dari gencarnya vaksinasi di industri jasa keuangan nantinya bisa meluas ke nasabah.

Baca juga:Beruang Grizzly Teror Seorang Pria Selama Berhari-hari di Alaska

“Kami sendiri untuk mendorong vaksinasi agar herd immunity sampai 57%,” katanya.

Upaya lain BI untuk mendongkrak perekonomian adalah mendorong peluang ekspor UMKM yang saat ini menjadi penyelamat. Ekspor UMKM didorong agar bisa membantu mereka bangkit dari keterpurukan.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top