Pertanian Jadi Penyelamat Ekonomi RI, Penyumbang Terbesar ke APBN

Jum'at, 30 Juli 2021 - 04:15 WIB
loading...
Pertanian Jadi Penyelamat...
Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi mencatat, sejak 2020 lalu sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah mencatat sektor pangan dan pertanian akan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi Covid-19. Sektor itu dinilai strategis karena berhubungan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketersediaan pangan.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi mencatat, sejak 2020 lalu sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dimana, tercatat 16% atau tumbuh 2% lebih dikontribusikan kepada APBN.

"Di tahun 2020 sektor pertanian sebagai penyumbang APBN terbesar di tahun 2020, sebesar 16 persen atau tumbuh 2 persen lebih (dibanding 2019). Dan di 2021 sampai dengan hari ini terus tumbuh. Kami terus berupaya untuk bagaimana meningkatkan pemasukan negara," ujar Harvick dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Kementan Ajak Insan Pertanian Konsumsi Pangan Lokal

Sektor pertanian pun menjadi alternatif bagi tenaga kerja di sektor industri lainnya. Hal itu dinilai menjadi bagian dari penyelamatan ekonomi dalam negeri.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat setidaknya kurang dari 4 juta tenaga kerja di industri lain yang beralih ke sektor pertanian. Para tenaga kerja tersebut dalam fase pembinaan Kementan.

"Ada 3 juta lebih, hampir 4 juta di catatan kami di Kementerian Pertanian, ini mungkin satu berkah utamanya di masa pandemi ini. Walaupun ini dilakukan secara sporadis, tapi ini terus kita bina, kita bimbing agar mereka siap pakai dan menjadi petani profesional," katanya.

Perihal program yang akan dijalankan ke depannya, kata Harvick, berhubungan dengan peningkatan produktivitas pangan. Namun, Kementan masih terkendala anggaran karena adanya pemangkasan.

"Per Juli penyerapan anggaran baru 20 persen, ini memang berkaitan dengan Covid, jadi akhirnya bagaimana menstimulasi dana tersebut untuk bisa langsung diserap," tuturnya.

Harvick memastikan, program-program Kementan bakal tetap di optimalkan, baik kepada petani maupun terkait dengan ketersediaan pangan ke depan.

"Kita terus usahakan dan ini bisa dibuktikan dengan tidak langkanya kebutuhan pangan kita. Kita bisa mengurangi impor, utamanya beras. Kita sudah lakukan itu," kata dia.

Baca Juga: 8 Klaster Pertanian ala Menteri Erick demi Dukung KUR

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Senior dan Mantan Menteri di Era Orde Baru, Emil Salim mengingatkan, pemerintah untuk fokus pada sektor pertanian, serta kesejahteraan petani dalam negeri.

Pemerintah diminta untuk tidak hanya fokus mengejar ketersediaan pangan (Food Security), melainkan harus mengejar kedaulatan pangan atau Food Sovereignty.

"Orientasi harus diubah, yang kita kejar bukan Food Security, bukan jaminan pangan, tapi Food Sovereignty atau kedaulatan pangan. Kalau Food Security apabila harga naik, jalan keluar adalah impor dan itu selalu dilakukan, padahal harga-harga dilapangan tidak menguntungkan para petani kita. Jangan melihat dari suplai demand, itu salah. Tapi yang kita utamakan adalah production capacity," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Bupati Hasbi Tegaskan...
Bupati Hasbi Tegaskan Lebak Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Rekomendasi
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved