Sertifikat Vaksin Diusulkan Jadi Syarat Masuk Mall, Apindo: Mekanisme Harus Jelas
Sabtu, 31 Juli 2021 - 21:34 WIB
loading...
Sejumlah pihak mengusulkan pengunjung mal atau pusat perbelanjaan menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebelum memasuki area mal, begini tanggapan Aprindo. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pihak mengusulkan pengunjung mall atau pusat perbelanjaan menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebelum memasuki area mal. Adapun Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengkritisi beberapa hal terkait hal tersebut.
Baca Juga: Suara Pengusaha Ritel: Kami Sering Prihatin karena Belum Jadi Sektor Prioritas
Sebelum usulan itu ditetapkan, ia meminta supaya masyarakat diberikan sosialisasi atas penggunaan sertifikat vaksin agar tidak terjadi polemik pada saat implementasi di lapangan. Selain itu, pelaku pengusaha juga perlu dilibatkan dalam diskusi sebab para pelaku usaha inilah yang nantinya akan berinteraksi langsung dengan pengunjung.
“Mekanisme ini harus jelas. Karena penunjukan sertifikat vaksin bisa diperlihatkan secara manual yakni berbentuk kertas, tapi bisa juga diakses dengan barcode. Nah ini perlu disosialisasikan bagaimana mekanismenya. Jangan sampai justru nanti ada surat vaksin palsu,” ujarnya secara virtual di Jakarta.
Apabila mekanisme sudah jelas, lanjut dia, maka dapat di jalankan serentak oleh seluruh pusat perbelanjaan ataupun ritel. Terlebih untuk menghindari adanya perbedaan antara penerapan di mal satu dengan mal lainnya.
Baca Juga: Suara Pengusaha Ritel: Kami Sering Prihatin karena Belum Jadi Sektor Prioritas
Sebelum usulan itu ditetapkan, ia meminta supaya masyarakat diberikan sosialisasi atas penggunaan sertifikat vaksin agar tidak terjadi polemik pada saat implementasi di lapangan. Selain itu, pelaku pengusaha juga perlu dilibatkan dalam diskusi sebab para pelaku usaha inilah yang nantinya akan berinteraksi langsung dengan pengunjung.
“Mekanisme ini harus jelas. Karena penunjukan sertifikat vaksin bisa diperlihatkan secara manual yakni berbentuk kertas, tapi bisa juga diakses dengan barcode. Nah ini perlu disosialisasikan bagaimana mekanismenya. Jangan sampai justru nanti ada surat vaksin palsu,” ujarnya secara virtual di Jakarta.
Apabila mekanisme sudah jelas, lanjut dia, maka dapat di jalankan serentak oleh seluruh pusat perbelanjaan ataupun ritel. Terlebih untuk menghindari adanya perbedaan antara penerapan di mal satu dengan mal lainnya.
Lihat Juga :