76 Tahun Indonesia Merdeka, Jokowi: Industri Kesehatan RI Masih Lemah

Senin, 16 Agustus 2021 - 10:13 WIB
loading...
76 Tahun Indonesia Merdeka, Jokowi: Industri Kesehatan RI Masih Lemah
Presiden Joko Widodo. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan di usia ke-76 tahun RI industri kesehatan masih sangat lemah. Kemandirian industri kesehatan perlu segera diselesaikan untuk mengantisipasi persoalan pandemi saat ini hingga tantangan di masa mendatang.

"Kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus kita pecahkan. Tetapi, pandemi telah mempercepat pengembangan industri farmasi dalam negeri, termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan juga oksigen untuk kesehatan," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan DPR/MPR, Senin (16/8/2021).

Baca Juga: Jokowi Pidato Kenegaraan, IHSG Kebakaran

Menurut dia pandemi Covid-19 sebagai momentum memacu pengembangan industri kesehatan dalam negeri termasuk pengembangan vaksin merah putih hingga oksigen untuk kesehatan. Jokowi juga menegaskan, ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus dilakukan. Ia menegaskan tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan tersebut.

Selain itu, pemerintah bekerja keras mengerahkan semua sumber daya demi mengamankan pasokan kebutuhan vaksin nasional. Namun, pada saat yang sama, Indonesia juga terus memperjuangkan kesetaraan akses terhadap vaksin untuk semua bangsa.

"Sebab, perang melawan Covid-19 tidak akan berhasil jika ketidak adilan akses terhadap vaksin masih terjadi. Melalui diplomasi vaksin ini, kita telah menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia berperan aktif untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," kata dia.

Baca Juga: Deretan Baju Adat Ini Dikenakan Jokowi Saat Pidato Kenegaraan

Dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 tak terlepas dari memperkuat kelembagaan antar negara, berkonsolidasi, cepat dan responsif. Pandemi juga harus ditangani secara cepat dan terkonsolidasi, dengan merujuk kepada data, ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kerja sama antarlembaga, serta kepemimpinan yang responsif dan konsolidatif, menjadi kunci dalam menangani pandemi," ungkap dia.
(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2807 seconds (11.252#12.26)