Sri Mulyani: APBN Kita Gak Kuat Danai Transisi Energi
Kamis, 26 Agustus 2021 - 19:53 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan transisi dari fosil ke energi terbarukan membutuhkan investasi besar. Tak hanya itu, mewujudkan net zero emission pada 2060 mendatang tidak hanya membutuhkan kerja keras tapi juga dukungan kebijakan terintegrasi.
"Pendanaan yang paling besar justru nanti akan terlihat pada strategi merubah energi transportasi yang kontribusinya mencapai 11% (emsisi karbon). Itu akan memakan dana yang sangat besar, untuk memindahkan energi kita dari non renewable menjadi renewable," ungkap Menkeu, mengutip laman Kementeriannya, Kamis (26/8/2021).
Baca Juga: Ini Dia Deretan Harta Karun Afghanistan Bisa Bikin Taliban Sekaya Arab
Menurutnya untuk mewujudkan transisi energi dengan mengubah transportasi hijau tidak bisa hanya mengandalkan APBN karena membutuhkan investasi yang cukup besar. Sebab itu butuh investasi dari luar untuk memberikan dukungan.
"Pemerintah sudah melakukan reform seperti omnibus law cipta kerja yang mengubah sangat radikal kebijakan mengenai investasi," kata Menkeu.
"Pendanaan yang paling besar justru nanti akan terlihat pada strategi merubah energi transportasi yang kontribusinya mencapai 11% (emsisi karbon). Itu akan memakan dana yang sangat besar, untuk memindahkan energi kita dari non renewable menjadi renewable," ungkap Menkeu, mengutip laman Kementeriannya, Kamis (26/8/2021).
Baca Juga: Ini Dia Deretan Harta Karun Afghanistan Bisa Bikin Taliban Sekaya Arab
Menurutnya untuk mewujudkan transisi energi dengan mengubah transportasi hijau tidak bisa hanya mengandalkan APBN karena membutuhkan investasi yang cukup besar. Sebab itu butuh investasi dari luar untuk memberikan dukungan.
"Pemerintah sudah melakukan reform seperti omnibus law cipta kerja yang mengubah sangat radikal kebijakan mengenai investasi," kata Menkeu.
Lihat Juga :