Rencana Kenaikan Cukai Berimbas Pada Kehancuran Harga Tembakau

Kamis, 02 September 2021 - 15:25 WIB
loading...
Rencana Kenaikan Cukai...
Setiap pemerintah merencanakan kenaikan cukai tembakau pasti berimbas negatif bagi petani tembakau nasional. Lalu berimbas pula pada melemahnya penyerapan dan kehancuran harga tembakau. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Berdasarkan kajian lapangan Ikatan Pemuda Desa Indonesia (IPDA) , bahwa setiap pemerintah merencanakan kenaikan cukai tembakau pasti berimbas negatif bagi petani tembakau nasional. Lalu berimbas pula pada melemahnya penyerapan dan kehancuran harga tembakau .

Pemerintah sendiri menargetkan penerimaan negara dari cukai bisa mencapai Rp 203,9 triliun pada tahun depan. Target itu ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Nilai penerimaan cukai pada tahun 2022 tersebut tumbuh 11,9% dari outlook di 2021 yang sebesar Rp 179,6 triliun.

Baca Juga: Tarif Cukai Naik di 2022, Liga Tembakau Ingatkan Dampak ke Petani

Ketua Ikatan Pemuda Desa Indonesia (IPDA) Jawa Tengah, Mochamad Machmud berpendapat, pengaturan cukai tembakau merupakan komponen paling penting dalam keberlangsungan ekonomi petani tembakau Indonesia. Menurutnya, hancurnya harga berawal tahun 2019 ketika ada rencana kenaikan cukai tahun 2020 sebesar 23%. Harga semakin parah ketika musim panen 2020.

"Musim panen 2021 merupakan musim penentu kebangkitan ekonomi di pedesaan setelah 2 tahun berturut -turut harga anjlog karena dampak kebijakan pemerintah menaikan cukai secara beruntun," kata Mochamad dalam workshop Ikatan Pemuda Desa Indonesia (IPDA) bertajuk 'Menolak Kenaikan Cukai Demi Masa Depan Petani Tembakau' di Magetan, Jawa Timur, Kamis (2/9/2021).

Mochamad Machmud mengatakan, petani adalah komponen paling lemah dan paling terkena dampak buruk di setiap kebijakan kenaikan cukai. Musim panen 2021 musim yang masih terbelenggu dampak pandemi Covid -19.

"IPDA meminta jangan ada rencana kenaikan cukai di tahun 2022 karena akan berdampak ambruknya ekonomi petani tembakau," tegasnya.

Lebih lanjut Mochamad menyampaikan, bahwa workshop yang berlangsung dari tanggal 1 - 2 September 2021 ini diikuti oleh pengurus IPDA Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. "Terdapat 6 poin krusial yang ingin kami sampaikan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengkaji ulang rencana menaikan cukai 2022," ujarnya.

Pertama, kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) akan berdampak negatif pada komponen paling bawah yaitu petani tembakau.

Kedua, rencana kenaikan cukai dalam masa pandemi Covid-19 saat ini merupakan alat penghambat pemulihan ekonomi petani.

Baca Juga: Rencana Revisi PP 109 Akan Bikin Jutaan Warga yang Bergantung dari Tembakau Menjerit

Ketiga, meminta perbedaan struktur cukai pada produk yang menyerap bahan baku petani tembakau nasional agar dibedakan dengan produk yang tidak menyerap bahan baku nasional.

"Keempat, demi melindungi petani tembakau nasional, kami meminta agar produk rokok non konvensional untuk dikendalikan karena produk tersebut sampai saat ini belum menyerap bahan baku petani tembakau nasional," tegasnya.

Kelima, meminta segera dibuatkan aturan tentang tata niaga lokal dan pengaturan tata niaga import tembakau. Dan, keenam, pemerintah harus bisa melindungi produk kretek karena kretek bukan rokok.

"Demikian permintaan kami kepada Bapak Presiden RI, IPDA ikut menyuarakan suara petani sebagai bentuk kepedulian kedaulatan ekonomi petani tembakau nasional. Karena anggota kami juga dari pemuda dan pemudi desa anak dari petani tembakau," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Aturan Turunan PP 28/2024...
Aturan Turunan PP 28/2024 Dinilai Berpotensi Lumpuhkan Sektor Tembakau
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Larangan Bahan Tambahan...
Larangan Bahan Tambahan Rokok Dinilai Tekan Industri Kretek, Bisa Picu PHK Massal
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Rekomendasi
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Berita Terkini
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved