Kenaikan Cukai Tidak Efektif Tekan Konsumsi Rokok
Jum'at, 10 September 2021 - 17:05 WIB
loading...
Kenaikan cukai rokok tidak efektif menekan konsumsi rokok. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tim peneliti Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Universitas Brawijaya (PPKE UB) Malang, Imanina Eka Dalilah dan Joko Budi Santoso mengatakan selama lebih dari 10 tahun sejak tahun 2007, angka prevalensi merokok usia ≥ 15 tahun tidak mengalami perubahan yang signifikan.
"Hal ini menjadi indikasi bahwa kebijakan kenaikan cukai untuk menekan prevalensi merokok kurang efektif," tegas Imanina, Jumat (10/09/2021).
Baca Juga: Bos Sampoerna Angkat Bicara Soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok
Di satu sisi, pemerintah memiliki harapan bahwa kenaikan tarif cukai tersebut dapat menjadi jalan bagi pemerintah untuk menekan prevalensi perokok dewasa hingga 32,3 – 32,4% dan prevalensi perokok anak-anak dan remaja turun menjadi 8,8 – 8,9% pada 2021.
Berdasarkan hasil kajian bertajuk Kenaikan Harga Rokok terhadap Keberlangsungan IHT dan Perilaku Konsumen Rokok terkait dengan pola perilaku konsumen produk IHT, menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab seseorang memutuskan untuk mengkonsumsi rokok di usia dewasa diantaranya tingkat kebiasaan, pengaruh teman, lingkungan sekitar rumah dan stres.
"Hasil analisis juga menunjukkan bahwa harga rokok tidak berpengaruh pada penyebab seseorang merokok. Begitu juga iklan dan lingkungan keluarga," ujar Imanina, Jumat (10/09/2021).
Sementara, Joko Budi Santoso mengatakan, faktor dominan penyebab seseorang berhenti merokok berdasarkan hasil kajian, diantaranya periode merokok, jumlah konsumsi rokok per hari, pendidikan dan rata-rata pendapatan.
"Hal ini menjadi indikasi bahwa kebijakan kenaikan cukai untuk menekan prevalensi merokok kurang efektif," tegas Imanina, Jumat (10/09/2021).
Baca Juga: Bos Sampoerna Angkat Bicara Soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok
Di satu sisi, pemerintah memiliki harapan bahwa kenaikan tarif cukai tersebut dapat menjadi jalan bagi pemerintah untuk menekan prevalensi perokok dewasa hingga 32,3 – 32,4% dan prevalensi perokok anak-anak dan remaja turun menjadi 8,8 – 8,9% pada 2021.
Berdasarkan hasil kajian bertajuk Kenaikan Harga Rokok terhadap Keberlangsungan IHT dan Perilaku Konsumen Rokok terkait dengan pola perilaku konsumen produk IHT, menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab seseorang memutuskan untuk mengkonsumsi rokok di usia dewasa diantaranya tingkat kebiasaan, pengaruh teman, lingkungan sekitar rumah dan stres.
"Hasil analisis juga menunjukkan bahwa harga rokok tidak berpengaruh pada penyebab seseorang merokok. Begitu juga iklan dan lingkungan keluarga," ujar Imanina, Jumat (10/09/2021).
Sementara, Joko Budi Santoso mengatakan, faktor dominan penyebab seseorang berhenti merokok berdasarkan hasil kajian, diantaranya periode merokok, jumlah konsumsi rokok per hari, pendidikan dan rata-rata pendapatan.
Lihat Juga :