Gandeng Pengembang Pilihan, BTN Kejar Pertumbuhan KPR Non-subsidi 7%

loading...
Gandeng Pengembang Pilihan, BTN Kejar Pertumbuhan KPR Non-subsidi 7%
BTN gandeng Citra Swarna Group untuk mengejar target KPR non-subsidi. Foto/Ist
JAKARTA - Sebagai bank BUMN yang fokus pada sektor properti, BTN memiliki target untuk mengejar pertumbuhan kredit kepemilikan rumah ( KPR ) non-subsidi sebesar 7%. KPR non-subsidi adalah KPR yang tak dibantu pemerintah lewat fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Cara BTN mengejar target itu adalah menggandeng sejumlah pengembang pilihan yang menjual produk properti yang tidak ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu pengembang yang diajak kerja sama oleh BTN adalah Citra Swarna Group.

Baca juga: Survei Membuktikan: Mayoritas Pembeli Rumah Masih Cicil Pakai KPR

“Pada fase kedua pandemi Covid-19 ini, BTN memang terus menggenjot pemasaran kredit properti sebagai bisnis inti. Salah satunya dengan menggandeng para pengembang pilihan, seperti Citra Swarna Group, guna mencapai target pertumbuhan KPR non-subsidi yang tahun ini sebesar 7%,” ujar Suryanti Agustinar, Senior Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN, di Jakarta, Kamis (16/9/2021).



Kerja sama bareng Citra Swarna Group, dikemas BTN lewat program KPR Eazy. Lewat KPR Eazy BTN terus berupaya memberikan kemudahan sekaligus mendorong daya beli masyarakat lewat KPR.

Program KPR Eazy BTN-Citra Swarna Group berlaku untuk dua proyek Citra Swarna Group di Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat, yaitu Kartika Residence dan Citra Swarna Grande. KPR Eazy memberikan kemudahan berupa easy bunga, easy biaya KPR, easy dapat rumah, dan easy proses.

Suryanti menjelaskan, melalui KPR Eazy, BTN memberikan benefit berupa suku bunga mulai dari 4,99% fixed selama dua tahun, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, dan biaya proses murah.

Program KPR Eazy akan berlangsung sampai dengan bulan Oktober 2021 dan dimungkinkan untuk diperpanjang. Target penjualan yang bisa dihasilkan dari dua proyek ini sebesar Rp40-50 miliar dalam durasi satu bulan.

“Makin menurunnya kasus Covid-19 dan trend positif ekonomi saat ini membuat kami optimistis target penjualan dalam program KPR Eazy dan juga target pertumbuhan KPR sebesar 7% dapat tercapai,” pungkasnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top