alexametrics

Awal Juni, IHSG Diprediksi Bergerak Positif

loading...
Awal Juni, IHSG Diprediksi Bergerak Positif
IHSG diprediksi akan menguat pada pekan ini. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A+ A-
JAKARTA - Pengamat pasar modal dan Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat di awal pekan bulan Juni namun rawan aksi profit taking di akhir pekan.

"Ada potensi IHSG akan konsolidasi menguat di pekan ini. Rentang support di level 4.700 hingga 4.541 dan resistance di level 4.800 sampai 4.975," ujar Hans di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Setidaknya ada beberapa sentimen yang mungkin mempengaruhi pergerakan IHSG pada sepekan depan. Menurutnya pelaku pasar masih akan mencermati ketegangan Amerika Serikat dengan China menyusul Kongres Rakyat Nasional China menyetujui RUU Keamanan Nasional untuk Hong Kong.



Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan tidak ada perubahan kesepakatan perdagangan dengan China, meskipun tensi kedua negara meningkat menjadi sentimen positif di awal pekan.

Baca: Makin Positif, Sepekan Nilai Kapitalisasi Pasar Naik 4,56%

Pernyataan Trump sejauh ini mencabut keistimewaan Hong Kong seperti tidak akan menerima perlakuan keistimewaan tarif, orang Hong Kong juga tidak bisa leluasa masuk Amerika Serikat, dan tidak ada dwi kewarganegaraan.

Selain itu, sentimen positif datang dari perkembangan penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19 yang terus menjadi perhatian pelaku pasar. Rencana dana pemulihan zona Eropa sebesar 750 miliar euro juga menjadi sentimen positif di pasar.

Dorongan lainnya adalah pelongaran pembatasan sosial di berbagai negara dan belum menunjukkan tanda-tanda gelombang kedua Covid-19.

Dari dalam negeri, ada rencana New Normal atau pelongaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang turut menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.
(bon)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top