Erick Thohir: Banyak Anggapan yang Salah Soal Utang BUMN

Senin, 20 September 2021 - 14:39 WIB
loading...
Erick Thohir: Banyak...
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa banyak anggapan yang salah terkait utang BUMN. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa banyak anggapan yang salah terkait utang perusahaan pelat merah. Khususnya anggapan bahwa utang BUMN tak sebanding dengan aset yang dimiliki.

"Ini kan kadang-kadang diributkan, utang kita (BUMN) tidak seimbang dengan aset, itu salah," tegas Erick, Senin (20/9/2021). Erick menegaskan, aset BUMN luar biasa besar. Rasio aset dengan utang pun tercatat masih baik. Selain itu, saat ini sejumlah BUMN juga sudah mulai membukukan kenaikan profit.



"Apalagi ke depan ketika tadi yang saya sampaikan transformasi daripada perusahaan BUMN ini juga tadi, profitnya mulai terlihat, ini yang ingin kita lakukan," paparnya.

Kementerian BUMN mencatat total utang pendanaan BUMN sejak 2020 mencapai Rp2.000 triliun. Sumbernya berasal dari surat utang dan instrumen utang lainnya. Sementara ekuitas BUMN tercatat Rp2.500 triliun.

Dengan begitu, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang perusahaan milik negara berada di posisi 0,7% atau masih di bawah 1%. Untuk diketahui, struktur utang perusahaan bisa dinyatakan sehat jika posisinya berada di bawah 1,5%.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebutkan banyak narasi yang menggabungkan utang pendanaan dan nonpendanaan BUMN. Padahal, komposisi utang yang dimiliki perusahaan menyangkut pinjaman dan tabungan masyarakat di Bank Himbara.

"Selama ini orang menggabungkan utang pendanaan yang ada bunga dan sebagainya dan utang nonpendanaan. Utang pendanaan kita itu sekitar Rp2.000 triliun, itu apakah surat utang yang punya bunga dan sebagainya. Kemudian kita punya utang nonpendanaan, ini yang kadang-kadang digabungkan, misalnya orang menyimpan uang di bank, nah ini otomatis menjadi utang perbankan," paparnya.



Tren utang BUMN memang tercatat meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan statistik utang Luar Negeri Bank Indonesia (BI), pinjaman asing BUMN per Januari 2021 mencapai USD57,47 miliar atau setara Rp809 triliun mengacu kurs Rp14.400 per dolar AS. Nilai itu setara dengan 28% dari total utang luar negeri (ULN) swasta.

Menurut catatan pemegang saham, total utang perusahaan negara hingga kuartal III/2020 mencapai Rp1.682 triliun, naik Rp289 triliun dibandingkan posisi akhir 2019. Tingginya utang BUMN karena dampak penugasan pemerintah untuk pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek strategis nasional (PSN).
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Susunan Lengkap Pengurus...
Susunan Lengkap Pengurus Danantara, Ada Mantan Presiden hingga Konglomerat
Pengurus Lengkap Danantara...
Pengurus Lengkap Danantara Diumumkan Siang Ini, Ray Dalio dan Tony Blair Jadi Dewas?
PP Danantara Resmi Terbit,...
PP Danantara Resmi Terbit, Intip Tugas dan Wewenangnya
Danantara Kelola Aset...
Danantara Kelola Aset BUMN Rp14.513 Triliun, Ekonom: Belum Cukup Bikin Ekonomi Tumbuh 8%
Perkuat Danantara, Jasindo...
Perkuat Danantara, Jasindo Siap Proteksi Ekosistem BUMN
Danantara Kelola Aset...
Danantara Kelola Aset BUMN Rp14.513 triliun, Segini Jatahnya Buat Investasi
Prabowo Tegaskan Prinsip...
Prabowo Tegaskan Prinsip Transparansi dan Kehati-hatian dalam Pengelolaan Danantara
Aset Jumbo Bakal Dikelola...
Aset Jumbo Bakal Dikelola Danantara, Yuk Intip Kinerja 3 Bank Himbara
Danantara Bawa Harapan...
Danantara Bawa Harapan Baru, Pengamat Wanti-wanti Kasus BLBI Terulang
Rekomendasi
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Tabrakan Beruntun di...
Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi Arah Jakarta, Petugas Diterjunkan
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Berita Terkini
Selatan Jakarta Padam...
Selatan Jakarta Padam Listrik karena Cuaca Ekstrem, PLN Siaga
18 menit yang lalu
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Ratusan Negara Lainnya
2 jam yang lalu
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor 32 Persen oleh Trump, Ini Profil Perdagangan Indonesia-AS
3 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32...
Kena Tarif Impor 32 Persen, Surplus Neraca Dagang Indonesia Terancam
4 jam yang lalu
Dihantui Tarif AS, Rupiah...
Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
5 jam yang lalu
Efek Tarif Trump, Rupiah...
Efek Tarif Trump, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp16.772 per USD
6 jam yang lalu
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved