Evergrande Terlilit Utang Rp4.270 Triliun, Adakah Imbasnya ke Sektor Properti RI?

Rabu, 22 September 2021 - 10:14 WIB
loading...
Evergrande Terlilit...
Belakangan ini publik pasar modal dihebohkan dengan isu krisis keuangan grup properti terbesar kedua di China, Evergrande yang memiliki total utang Rp4.270 Triliun. Apakah ada efeknya buat industri properti di Tanah Air. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Belakangan ini publik pasar modal dihebohkan dengan isu krisis keuangan grup properti terbesar kedua di China , Evergrande yang memiliki total utang mencapai USD300 miliar atau setara Rp4.270 Triliun. Jumlah utang tersebut mencapai setidaknya 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pemerintah China yang sedikit-banyak relatif menghasilkan beban keuangan negara.

Sejumlah analis luar membaca ada 4 kemungkinan ke depannya terkait nasib korporasi tersebut yaitu, (1) bangkrut, (2) berhenti sementara, (3) buy-out (pelepasan aset yang dimiliki/pengambilalihan), atau (4) bailout (ditalangi oleh pemerintah).

Baca Juga: Punya Utang Jumbo Capai Rp4.270 Triliun, Akankah Evergrande Mengulang Krisis 2008?

Senior Technical Analyst PT Henan Putihrai Sekuritas, Lisa C. Suryanata membaca, persoalan Evergrande tidak serta-merta berdampak langsung terhadap sektor properti dan permodalan properti di Indonesia. Dirinya mencermati pemerintah China bisa melakukan bailout untuk mengatasi masalah tersebut.

"Meski utangnya itu sendiri mencapai 2 persen dari PDB China, kemungkinan akan menghasilkan beban keuangan China, tapi tampaknya pemerintah China sudah lebih gercep dan gesit untuk menyuntikkan likuiditas di pasar properti dan dampaknya di perusahaan properti di Indonesia tidak ada, karena Evergrande tidak punya properti di Indonesia," kata Lisa..

Lisa memandang justru sektor properti di pasar modal Indonesia telah mengalami kenaikan imbas pelonggaran pembatasan mobilitas. Sementara pelemahan yang terjadi, menurutnya hanya bentuk koreksi wajar yang biasanya hadir akibat aksi jual.

"Sebenarnya tren saham properti di Indonesia sudah menunjukkan kenaikan, dan penurunannya di saham-saham properti kita adalah efek umum saja, karena semua sektor hari ini belakangan sudah mulai menunjukkan pelemahan, dan saham-saham properti kemarin-kemarin sudah mulai naik, jadi ini sangat normal," lanjutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved