Bisnis Rokok Lesu, Grup Djarum Gencar Rambah Sektor Ritel dan Digital

loading...
Bisnis Rokok Lesu, Grup Djarum Gencar Rambah Sektor Ritel dan Digital
Grup Djarum berencana mengakuisisi saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), emiten pengelola Ranch Market. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Grup Djarum dikabarkan tengah gencar mengakuisisi saham sejumlah perseroan. Langkah ekspansi bisnis ini dilakukan di tengah lesunya industri rokok akibat pandemi Covid-19 dan rencana kenaikan cukai.

Belakangan ini, Djarum melalui anak usahanya, PT Global Digital Niaga (GDN) atau Blibli.com, berencana mengakuisisi saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), emiten pengelola Ranch Market, dalam rangka memperluas ekosistem bisnis perseroan perusahaan e-commerce

Blibli akan mengeksekusi sebanyak 797.888.628 atau 51% saham RANC dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Saat ini, tahapan akuisisi tersebut telah diikat ke dalam Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (PPPS) yang diumumkan perseroan pada 15 September lalu.

Baca juga: Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Pengelola Menanti Akhir Pekan



Akuisisi ini dilakukan BliBli dari sejumlah pemegang saham RANC, seperti PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Ekaputri Mandiri, David Kusumodjojo, Suharno Kusumodjojo, dan Harman Siswanto. Rencana pengambilalihan ini ditargetkan dapat selesai maksimal 40 hari sejak dikeluarkannya PPPS ini.

Lebih jauh lagi, baru-baru ini muncul kabar bahwa Grup Djarum, masih melalui GDN/Blibli, sedang berusaha mengambilalih sebagian besar saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan pengecer alat elektronik.

Namun, pihak ERAA menepis rumor tersebut. Head of Legal & Corporate Secretary Erajaya Swasembada, Amelia Allen menyatakan perseroan tidak mengetahui informasi apapun terkait rencana tersebut.

"Sampai dengan saat ini Perseroan tidak mengetahui informasi apapun terkait dengan adanya rencana Djarum Grup untuk mengakuisisi saham perseroan," kata Amelia dalam catatan tertulisnya, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Kabar Terbaru Kejatuhan Raksasa Properti China: Evergrande Mau Bayar Kupon Obligasi
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top