Pernyataan Sri Mulyani Bikin Rupiah Mager di Rp14.242 per Dolar
Kamis, 23 September 2021 - 17:41 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini ditutup stagnan di level Rp14.242 per dolar AS. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini ditutup stagnan alias sama persis dengan penutupan perdagangan kemarin sore yaitu di level Rp14.242 per dolar AS.
Analis Keuangan sekaligus Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan mata uang Indonesia yang statis ini didorong oleh respon positif pasar terhadap pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tentang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2021 mencapai Rp382,2 triliun atau setara 2,04 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Baca juga: Anggaran PEN Baru Terealisasi 53,2% per 17 September
“Menkeu bilang, defisit anggaran terjadi akibat belanja negara lebih besar dibanding pendapatan negara. Di mana belanja negara tercatat sebesar Rp1.560,8 triliun atau 56 persen dari target Rp2.750 triliun. Sementara penerimaan negara sebesar Rp1.177 triliun meliputi penerimaan pajak mencapai Rp741,3 triliun atau tumbuh 9,5 persen,” bebernya dalam rilis yang diterima MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (23/9/2021).
Secara rinci, belanja negara meliputi belanja pusat yang mencapai Rp 1.087,9 triliun atau naik 10,9 persen. Lalu, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp472,9 triliun atau turun 15,2 persen. Adapun realisasi investasi pemerintah baru Rp61,8 triliun atau 33,5 persen dari pagu Rp187,1 triliun.
Analis Keuangan sekaligus Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan mata uang Indonesia yang statis ini didorong oleh respon positif pasar terhadap pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tentang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2021 mencapai Rp382,2 triliun atau setara 2,04 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Baca juga: Anggaran PEN Baru Terealisasi 53,2% per 17 September
“Menkeu bilang, defisit anggaran terjadi akibat belanja negara lebih besar dibanding pendapatan negara. Di mana belanja negara tercatat sebesar Rp1.560,8 triliun atau 56 persen dari target Rp2.750 triliun. Sementara penerimaan negara sebesar Rp1.177 triliun meliputi penerimaan pajak mencapai Rp741,3 triliun atau tumbuh 9,5 persen,” bebernya dalam rilis yang diterima MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (23/9/2021).
Secara rinci, belanja negara meliputi belanja pusat yang mencapai Rp 1.087,9 triliun atau naik 10,9 persen. Lalu, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp472,9 triliun atau turun 15,2 persen. Adapun realisasi investasi pemerintah baru Rp61,8 triliun atau 33,5 persen dari pagu Rp187,1 triliun.
Lihat Juga :