DPR Ketok Palu, Anggaran Kemenparekraf Disetujui Rp3,7 Triliun di 2022
Jum'at, 24 September 2021 - 15:37 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno rapat anggaran di DPR, Kamis (24/9).
A
A
A
JAKARTA - DPR resmi menyetujui pagu definitif tahun anggaran 2022 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) . Adapun besaran jumlah yang diajukan senilai Rp3,7 triliun turun sebesar 22,72 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp4,9 triliun.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pagu anggaran tersebut akan dimanfaatkan program-program strategis Kemenparekraf tahun 2022. Di mana, program-program strategis ini dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama kementerian/lembaga dan pihak-pihak terkait.
"Berbagai bentuk kerja sama ini untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, kemarin.
Baca Juga: Sandiaga Uno Bertemu Tokoh Masyarakat Adat Papua
Berdasarkan laporan Kemenparekraf, Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022, di antaranya pemulihan pariwisata Bali dan destinasi pariwisata unggulan lainnya, pengembangan desa wisata dengan mengoptimalkan potensi ekraf sebagai penggerak perekonomian masyarakat, pengembangan destinasi wisata prioritas, diversifikasi pariwisata berkualitas, pemulihan usaha dan pengembangan ekosistem ekraf dan akselerasi adopsi digital di sektor parekraf.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pagu anggaran tersebut akan dimanfaatkan program-program strategis Kemenparekraf tahun 2022. Di mana, program-program strategis ini dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama kementerian/lembaga dan pihak-pihak terkait.
"Berbagai bentuk kerja sama ini untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, kemarin.
Baca Juga: Sandiaga Uno Bertemu Tokoh Masyarakat Adat Papua
Berdasarkan laporan Kemenparekraf, Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022, di antaranya pemulihan pariwisata Bali dan destinasi pariwisata unggulan lainnya, pengembangan desa wisata dengan mengoptimalkan potensi ekraf sebagai penggerak perekonomian masyarakat, pengembangan destinasi wisata prioritas, diversifikasi pariwisata berkualitas, pemulihan usaha dan pengembangan ekosistem ekraf dan akselerasi adopsi digital di sektor parekraf.
Lihat Juga :